Diskominfo Sidoarjo Bekerjasama Dengan 9 Aliansi Pers, Peran KJJT dalam Penguatan Literasi Pers dan Penangkalan Hoaks

Sidoarjo, pojokkasus.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo bekerjasama dengan 9 aliansi pers menggelar Kegiatan Jumpa Pers 2025 di sembilan lokasi 20/November/2025. Acara yang berlangsung meriah dan interaktif ini menghadirkan sembilan aliansi wartawan, salah satunya yang menjadi sorotan utama adalah KJJT (Komunitas Jurnalis Jawa Timur), yang dikenal aktif dalam edukasi literasi publik serta konsisten mendorong jurnalisme berkualitas di wilayah Jawa Timur.

Mengusung tema besar “Klik Cerdas Tanpa Bias, Kolaborasi Kominfo dan Jejaring Pers Untuk Menangkal Hoaks”, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para jurnalis untuk memperkuat pemahaman mengenai isu disinformasi sekaligus mempererat koordinasi antar-aliansi pers.

Di antara sembilan aliansi pers yang hadir—PWI, FORWAS, AJS, IJTI, AWOS, JOSS, SWI, PWDPI dan KJJT—Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) tampil dengan komposisi delegasi lengkap dari pengurus dan anggota. Keterlibatan mereka menjadi perhatian tersendiri karena selama ini KJJT dikenal sebagai organisasi jurnalis yang progresif, adaptif terhadap perkembangan digital, serta vokal dalam isu-isu etika pers dan literasi publik.

Dalam kegiatan ini, KJJT Sidoarjo mengirimkan lima perwakilan, termasuk jajaran pengurus inti. Mereka aktif dalam diskusi, sesi tanya jawab, serta memberikan pandangan terkait tantangan yang dihadapi jurnalis pada era derasnya arus informasi.

Arri Pratama Ketua KJJT Sidoarjo menyampaikan bahwa kolaborasi antara Kominfo dan organisasi pers menjadi kunci penting dalam menghambat penyebaran hoaks, terutama menjelang tahun politik dan meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi masyarakat.

“Jurnalis hari ini tidak hanya bertugas melaporkan, tetapi juga mendidik. Melawan hoaks bukan hanya peran pemerintah, tetapi tugas kita semua di ruang publik,” ujarnya dalam sesi dialog, yang disambut tepuk tangan peserta.

Selain isu hoaks, kegiatan Jumpa Pers 2025 juga menampilkan paparan bertema Anti-Bullying: Membangun Komunitas yang Positif, yang disajikan melalui presentasi visual di layar utama. Materi ini menggarisbawahi peran media dan jurnalis dalam membangun ruang pemberitaan yang sehat, berimbang, dan tidak memicu perpecahan.

KJJT menjadi salah satu organisasi yang paling aktif menanggapi materi tersebut. Mereka menyoroti pentingnya kode etik jurnalistik, terutama terkait pemberitaan yang tidak mengarah pada perundungan, framing negatif, atau sensasi yang merugikan kelompok tertentu.

“Kami di KJJT menjalankan standar pengawasan internal untuk memastikan setiap anggota memegang teguh etika profesi. Pemberitaan harus mendidik, bukan membully—baik secara langsung maupun terselubung,” tegas Hito Dewabrata Sekertaris KJJT Sidoarjo.

Keterlibatan sembilan aliansi wartawan menunjukkan kekuatan solidaritas pers di tingkat daerah. Meski masing-masing organisasi memiliki karakter dan latar belakang berbeda, namun komitmen bersama untuk menghadirkan informasi yang objektif menjadi pijakan yang menyatukan.

Namun demikian, KJJT tampil menonjol karena tidak hanya hadir secara formal, tetapi juga memberikan kontribusi argumentatif yang substansial dalam dialog dan diskusi antarpeserta.

Perwakilan Diskominfo Eko Martha menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers, khususnya KJJT, yang dinilai aktif menjalin komunikasi dan memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.

“Kami melihat KJJT sebagai mitra strategis yang terus berkembang dan berperan penting dalam pembinaan jurnalisme berkualitas. Kritik dan kolaborasi dari teman-teman media sangat kami butuhkan untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat,” ujar salah satu pejabat Kominfo.

Kegiatan Jumpa Pers 2025 ini menjadi momentum untuk mengokohkan kembali komitmen para jurnalis, khususnya KJJT, dalam menjaga marwah profesi di tengah tantangan era digital. Dengan hadirnya sembilan aliansi wartawan dalam satu forum besar, komunikasi lintas organisasi diharapkan semakin erat sehingga mampu menciptakan ekosistem pers yang kuat, independen, dan bertanggung jawab.

Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperluas peran edukatif, memperkuat pembinaan anggota, serta menjaga kemitraan dengan pemerintah dan masyarakat, demi menghadirkan jurnalisme yang berintegritas dan bermanfaat bagi publik. (HD)