Sidoarjo, pojokkasus.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin beberapa hari terakhir menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir setinggi kurang lebih 50 sentimeter. Meski tidak sampai memaksa warga mengungsi, aktivitas masyarakat terganggu dan beberapa perabot rumah tangga mengalami kerusakan.
Salah satu warga, Sutrisno (54), mengungkapkan bahwa ia hanya bisa pasrah melihat air perlahan masuk ke dalam rumahnya. Menurutnya, banjir seperti ini sudah beberapa kali terjadi, namun tahun ini datang lebih cepat.
“Air naik tidak terlalu tinggi, tapi cukup membuat lemari dan kasur basah. Kami berharap ada bantuan untuk memperbaiki barang-barang yang rusak,” ujarnya. Kamis, (27/11/2025)
Ia berharap pemerintah bisa memberikan solusi agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan, “Banjirnya memang tidak besar, tapi selalu terjadi tiap tahun. Kami ingin ada normalisasi sungai atau perbaikan saluran air. Kalau tidak ditangani, pasti kejadian lagi,”Tambah Sutrisno
Selain kerusakan perabot, sebagian warga mengeluhkan kesulitan beraktivitas karena halaman dan akses jalan desa juga tergenang.
Senada dengan Sutrisno, Lukman (34) menuturkan bahwa ia dan warga lain sangat berharap distribusi bantuan bisa segera dilakukan, terutama untuk kebutuhan dasar.
“Kami butuh air bersih dan alat kebersihan. Setelah banjir surut, biasanya banyak lumpur yang harus dibersihkan. Harapannya pemerintah cepat turun tangan,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin, Budiono, menjelaskan bahwa banjir di Desa Kedungbanteng terjadi setiap tahun mulai tahun 2019 hingga sekarang, akan tetapi banjir kali ini di luar prediksi karena datang air lebih awal. Biasanya di bulan Januari, sekarang di bulan november.
Menurutnya, dampak banjir tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga memengaruhi sarana umum, sarana pendidikan dan ekonomi masyarakat.
“Sekolah terpaksa diliburkan ( belajar Darling ) karena akses tertutup air. Selain itu, banyak warga yang bekerja sebagai petani mengalami kerugian karena tanaman / Ikan siap panen terendam, ”tambahnya.
“Banyak warga yang kehilangan perabot, sebagian makanan pokok mereka juga basah dan tidak bisa digunakan lagi. Puluhan rumah bahkan masih tergenang air ,” ujar Budiono.
Melihat kondisi tersebut, Budiono mengungkapkan harapan besar agar pemerintah kabupaten Sidoarjo dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak.
“Kami sangat berharap bantuan segera turun. Warga membutuhkan air bersih, makanan siap saji, tikar, selimut, dan obat-obatan. Bantuan ini penting untuk meringankan beban mereka setelah banjir,” tegasnya.
Selain bantuan logistik, Budiono juga berharap adanya dukungan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang setiap musim hujan.
“Kami memohon agar memaksimalkan rumah pompa yang ada dan upaya normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, serta perbaikan drainase desa. Tanpa perbaikan infrastruktur, banjir seperti ini akan terus terulang,” tambahnya.
Hingga siang hari, petugas desa masih melakukan pendataan jumlah rumah terdampak dan total kerugian warga. Pemerintah desa juga telah membuka posko informasi sekaligus tempat penyaluran bantuan sementara dari masyarakat sekitar.
Budiono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait hingga bantuan resmi diterima. sekaligus menyiapkan langkah pencegahan banjir jangka panjang. Tidak hanya itu Pemerintah Desa mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih tinggi. (nit)





