Kelestarian Mata Air Jadi Fokus Reboisasi Kodim 0819

Pasuruan, pojokkasus.com – Kelestarian mata air menjadi perhatian serius Kodim 0819/Pasuruan saat menggelar kegiatan reboisasi di kawasan sumber air Banyu Gede, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (17/01/2026). Kegiatan ini menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah dataran tinggi.

Reboisasi dilaksanakan sebagai langkah nyata menghadapi tantangan kerusakan lingkungan yang berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kawasan Tosari yang berada di lereng pegunungan memiliki peran penting sebagai daerah resapan air. Oleh karena itu, upaya penghijauan dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan alam.

Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas sektor antara Kodim 0819/Pasuruan, Perhutani, serta pelajar dari SMP dan SMAK Baithani. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan peran bersama, tidak hanya dari aparat, tetapi juga dari generasi muda.

Sinergi TNI, Perhutani, dan Pelajar

Kawasan sumber air Banyu Gede dipilih karena memiliki fungsi strategis sebagai penyangga kebutuhan air masyarakat Tosari dan sekitarnya. Kerusakan vegetasi di area ini berisiko memicu kekeringan, menurunnya debit mata air, hingga potensi tanah longsor pada musim hujan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menanam ratusan bibit pohon jenis cemara dan sama kesek. Kedua tanaman ini dikenal mampu meningkatkan daya serap air, memperkuat struktur tanah, serta menjaga kestabilan ekosistem di sekitar mata air.

Keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Selain melakukan penanaman, para siswa juga mendapatkan edukasi langsung mengenai fungsi hutan dan peran vegetasi dalam menjaga siklus air. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Kelestarian mata air menjadi perhatian serius Kodim 0819/Pasuruan
Kodim 0819/Pasuruan menggelar reboisasi di sumber air Banyu Gede, Tosari,

Komitmen TNI Jaga Lingkungan

Danramil 0819/26 Tosari, Lettu Inf Nurkholiq, yang mewakili Dandim 0819/Pasuruan, menyampaikan bahwa reboisasi merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan ketahanan wilayah.
Menurutnya, daerah pegunungan seperti Tosari memiliki fungsi vital sebagai kawasan penyangga kehidupan di wilayah bawahnya. Jika kawasan ini rusak, dampaknya akan dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Karena itu, penghijauan harus dilakukan secara berkelanjutan dan terencana.
“Kegiatan ini bertujuan menjaga kelestarian sumber air Banyu Gede agar tetap berkelanjutan, sekaligus mencegah potensi bencana seperti longsor dan kekeringan,” ujar Lettu Inf Nurkholiq.

Upaya Cegah Bencana dan Krisis Air

Ia menjelaskan bahwa reboisasi tidak hanya berorientasi pada keindahan lingkungan, tetapi juga sebagai langkah mitigasi bencana. Vegetasi yang kuat mampu menahan erosi tanah dan menjaga debit air agar stabil sepanjang tahun.

Lettu Inf Nurkholiq menambahkan, keterlibatan pelajar diharapkan dapat membentuk karakter peduli lingkungan dan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa alam merupakan aset bersama yang harus dijaga demi masa depan.

Sementara itu, Perhutani memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini. Perwakilan Perhutani menilai reboisasi di Banyu Gede sejalan dengan program pelestarian hutan lindung, khususnya dalam menjaga fungsi hidrologi kawasan.

Semangat Kodim 0828/Sampang, Gelar Upacara Hari Juang TNI AD ke – 80 Tahun 2025

Percepatan KDKMP Jadi Fokus Kodim 0819 Pasuruan

Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat

Kegiatan reboisasi berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penanaman pohon hingga edukasi singkat tentang pentingnya menjaga mata air.

Diharapkan, ratusan pohon yang ditanam dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, baik dari sisi ekologis maupun sosial. Lingkungan yang terjaga akan mendukung ketersediaan air bersih, meningkatkan kualitas hidup warga, serta memperkuat ketahanan wilayah Tosari terhadap perubahan iklim.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh kolaborasi nyata dalam menjaga alam sebagai sumber kehidupan,” pungkas Danramil, menegaskan pentingnya peran bersama dalam merawat kelestarian mata air. (G10-Awos-Nit)