Gresik, pojokkasus.com – Satpolairud Gresik menegaskan komitmennya menjaga keamanan wilayah perairan sekaligus kelestarian ekosistem laut melalui pendekatan langsung ke masyarakat pesisir. Upaya itu diwujudkan lewat kegiatan Sambang Nelayan Mengare yang digelar di Balai Nelayan Sido Fajar, Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardita, didampingi sejumlah personel Satpolairud, yakni Bripka Yudi Utomo, Bripda Ganang Winduh Nugroho, dan Bripda Ahmad In’am Hidayatur Arzaqy. Kehadiran jajaran kepolisian perairan ini disambut para nelayan yang aktif menyampaikan kondisi dan persoalan di lapangan.
Keselamatan Melaut Jadi Prioritas
Dalam pertemuan tatap muka itu, AKP I Nyoman Ardita menegaskan bahwa keselamatan nelayan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut. Ia mengingatkan pentingnya disiplin menerapkan standar keselamatan atau safety at sea, terutama di tengah cuaca ekstrem yang kerap terjadi.
“Kami mengimbau seluruh nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mewaspadai perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar AKP I Nyoman Ardita di hadapan para nelayan.
Ia juga meminta Ketua Rukun Nelayan setempat agar berperan aktif mengingatkan anggotanya terkait penggunaan alat keselamatan, kelengkapan kapal, serta kesiapan sebelum melaut. Menurutnya, kepatuhan terhadap standar keselamatan dapat menekan risiko kecelakaan laut yang berujung pada kerugian jiwa maupun materi.

Jaga Kerukunan dan Kamtibmas Pesisir
Selain keselamatan, Kasatpolairud Polres Gresik menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antar nelayan. Ia menilai kerukunan menjadi kunci terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah pesisir.
“Jaga keharmonisan antar sesama nelayan. Dengan begitu, situasi kamtibmas di wilayah pesisir dapat tetap aman dan terkendali,” tegasnya.
Imbauan tersebut sejalan dengan upaya Polres Gresik mencegah konflik horizontal antar nelayan, terutama yang dipicu perbedaan alat tangkap maupun wilayah penangkapan ikan.
Tongkat Kepemimpinan Kapolres Gresik Resmi Berganti
Ziarah Wali, Kapolres Gresik Teguhkan Spiritualitas Polri
Tolak Alat Tangkap Perusak Laut
Dalam kesempatan yang sama, AKP I Nyoman Ardita juga mengingatkan para nelayan agar menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.
Ia menegaskan bahwa praktik penangkapan yang merusak tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keberlangsungan sumber daya laut.
Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem dan biota laut di perairan Gresik agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Peran Aktif Masyarakat Pesisir
Di akhir kegiatan, Polres Gresik mengajak masyarakat pesisir untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban, baik di laut maupun di darat. Warga diminta segera melapor jika mengetahui adanya tindak pidana atau gangguan kamtibmas melalui kantor kepolisian terdekat, Call Center 110 yang aktif 24 jam, atau Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006.
Melalui Sambang Nelayan Mengare ini, Satpolairud Polres Gresik berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara kepolisian dan nelayan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan pelayaran, melindungi mata pencaharian nelayan tradisional, serta menjaga kelestarian sumber daya laut di Kabupaten Gresik agar tetap aman, produktif, dan berkelanjutan. (nit)






