Prajurit Yonif TP 836 Peduli Pendidikan Pascabencana Aceh

Pide jaya Aceh, pojokkasusu.com – Prajurit Yonif TP 836 kembali menunjukkan peran nyatanya di tengah masyarakat dengan turun langsung membenahi sarana belajar di SD MIN 2 Pidie Jaya, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Aksi ini menjadi wujud kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan yang terdampak bencana, sekaligus menegaskan bahwa pemulihan sosial tidak bisa menunggu terlalu lama ketika masa depan anak-anak dipertaruhkan.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan oleh prajurit Yonif TP 836/BY sebagai respons atas kondisi fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan dan penurunan kelayakan pascabencana. Kehadiran prajurit TNI di lingkungan sekolah disambut antusias oleh guru dan siswa yang selama ini harus beradaptasi dengan keterbatasan sarana belajar mengajar.

Arahan Dansatgas Tekankan Peran Sosial TNI

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Komandan Satuan Tugas Yonif TP 836/BY, Letkol Inf Faishal Riza. Ia menekankan bahwa kehadiran prajurit TNI tidak boleh berhenti pada tugas pengamanan semata, tetapi harus mampu menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.

Menurut Letkol Inf Faishal Riza, sekolah adalah ruang strategis untuk membangun masa depan bangsa. Ketika sarana pendidikan terganggu akibat bencana, maka negara melalui TNI wajib hadir untuk membantu percepatan pemulihan.

Ia menilai kepedulian terhadap pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada ketahanan sosial masyarakat.

Arahan tersebut menjadi landasan kuat bagi para prajurit Yonif TP 836/BY untuk bergerak cepat dan bekerja secara ikhlas bersama pihak sekolah.

Prajurit Yonif TP 836/BY,
Prajurit Yonif TP 836/BY membenahi sarana belajar di SD MIN 2 Pidie Jaya, Aceh, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap pendidikan pascabencana dan pemulihan sosial masyarakat.

Pembenahan Sarana Belajar Dilakukan Menyeluruh

Dalam kegiatan tersebut, prajurit Yonif TP 836/BY melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap alat-alat belajar. Mereka menata ulang meja dan kursi siswa agar kembali rapi dan aman digunakan, memperbaiki papan tulis yang rusak, serta menyusun kembali buku-buku pelajaran yang sempat tercecer dan tidak tertata.

Selain itu, pembersihan ruang kelas juga dilakukan secara intensif. Debu dan sisa material yang mengganggu kenyamanan belajar dibersihkan agar ruang kelas kembali layak, bersih, dan sehat bagi para siswa. Upaya ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan optimal. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara aktif dan terencana, tanpa mengganggu aktivitas belajar yang sedang berlangsung.

Gotong Royong Perkuat Ikatan TNI dan Sekolah

Kegiatan pembenahan dilaksanakan secara gotong royong bersama pihak sekolah. Guru, staf sekolah, dan prajurit TNI bekerja bahu-membahu dengan semangat kebersamaan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Para guru menyampaikan apresiasi atas perhatian dan aksi nyata yang diberikan oleh prajurit Yonif TP 836/BY. Mereka menilai kehadiran TNI tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi tenaga pendidik dan siswa yang sempat terdampak secara psikologis akibat bencana. Siswa-siswa pun terlihat lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar setelah ruang kelas kembali tertata dengan baik.

Harapan Bangkitkan Semangat Belajar Anak Bangsa

Dansatgas Yonif TP 836/BY, Letkol Inf Faishal Riza, berharap kegiatan ini mampu memotivasi para siswa untuk kembali fokus dan semangat dalam menuntut ilmu. Ia juga berharap pembenahan tersebut dapat membantu pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, rapi, dan aman.

“Kami ingin anak-anak tetap punya semangat belajar meski pernah terdampak bencana. Sekolah yang nyaman akan membantu mereka bangkit dan menatap masa depan dengan optimisme,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat untuk selalu hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui aksi nyata di sektor pendidikan, TNI memperkuat semangat kemanunggalan dengan rakyat dan membuktikan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga harapan dan masa depan generasi muda. (Ptr)