Sidoarjo, pojokkasus.com – CFD Alun-Alun Sidoarjo resmi memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memindahkan pelaksanaan Car Free Day (CFD) dari Jalan Ponti ke kawasan Alun-Alun Sidoarjo sebagai bagian dari penataan ruang publik yang lebih tertib dan berdaya guna, sekaligus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM.
Relokasi tersebut mulai diterapkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Sidoarjo (Harjasda) ke-167. Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan warga tampak memadati kawasan Alun-Alun hingga ruas Jalan Ahmad Yani dan Jalan Gajah Mada untuk berolahraga, bersantai, serta berbelanja produk UMKM lokal.
Pemkab Sidoarjo menilai kawasan Alun-Alun memiliki daya dukung yang lebih representatif sebagai ruang publik terpadu. Selain aksesibilitas yang baik, lokasi ini dinilai mampu menghadirkan interaksi sosial yang lebih luas antara warga, pelaku usaha, dan layanan publik.
Antusias Warga dan Dampak Ekonomi
Antusiasme masyarakat terlihat dari meningkatnya arus pengunjung sejak CFD perdana diadakan di lokasi baru. Pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Ketua DPD PEDALINDO Sidoarjo, Sunyoto, menyampaikan apresiasi atas kebijakan Pemkab yang membuka ruang usaha di pusat kota. Ia menilai relokasi ke Alun-Alun berpotensi meningkatkan omzet dan visibilitas pedagang kaki lima, khususnya anggota PEDALINDO.
“Lokasi ini strategis dan ramai. Dampaknya terasa langsung bagi pelaku UMKM,” ujarnya. Namun, ia menegaskan perlunya evaluasi agar kebijakan ini benar-benar inklusif.
Catatan PEDALINDO dan Data Pedagang
Founder sekaligus Ketua Umum PEDALINDO, Junius Bram, mengungkapkan masih terdapat sekitar 200 pedagang eks CFD Jalan Ponti yang belum terakomodasi di lokasi baru. Padahal, mereka telah mengikuti proses seleksi yang ditetapkan.
“Total anggota PEDALINDO di Jalan Ponti mencapai 3.700 orang, terdiri dari 700 pedagang tetap dan 3.000 pedagang tidak tetap. Dalam koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, kuota pedagang tetap yang menampung 700 orang, namun dapat difasilitasi baru 502 pedagang karena pembatasan lahan,” jelas Bram, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan sekitar 200 pedagang yang lolos seleksi belum mendapatkan ruang berjualan di CFD Alun-Alun, sementara kegiatan ini hanya berlangsung satu kali dalam sepekan.
http://Baca juga Masjid Al Ikhlas Diresmikan, Ikhtiar Sidoarjo Memakmurkan Iman
Petik Laut Tambak Cemandi, Warisan Luhur Pesisir
Harapan Perluasan dan Kebijakan Inklusif
PEDALINDO berharap Pemkab Sidoarjo mempertimbangkan perluasan area CFD agar lebih banyak pedagang lokal dapat terlibat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Banyak warga yang berusaha mandiri tanpa membebani anggaran daerah. Kami berharap kebijakan yang lebih inklusif karena seluruh pedagang tersebut merupakan warga Sidoarjo,” tambah Bram.
Selain sebagai penggerak perekonomian, CFD Alun-Alun juga difungsikan sebagai ruang publik terpadu. Sejumlah layanan publik seperti pemeriksaan kesehatan gratis, perizinan keliling, serta fasilitas ramah anak dan lansia turut dihadirkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Perhubungan dan Satpol PP memastikan pengaturan lalu lintas, keamanan, serta kantong parkir akan terus dievaluasi guna menjaga kenyamanan pengunjung dan kelancaran aktivitas kota. Relokasi CFD ini diharapkan mampu menumbuhkan UMKM sekaligus memperkuat fungsi Alun-Alun sebagai jantung ruang publik Kabupaten Sidoarjo. ( Ndy)






