Sidoarjo, pojokkasus.com – Lapas Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelatihan Warga Binaan melalui pelaksanaan program pendidikan kesetaraan kejar paket sebagai bagian dari pelatihan kemandirian di dalam lembaga pemasyarakatan.
Program ini dilaksanakan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo di bawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, dengan menyasar Warga Binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal setara SD, SMP, dan SMA.
Kegiatan belajar mengajar berlangsung secara rutin setiap hari Senin hingga Kamis di Aula Lapas Kelas IIA Sidoarjo. Petugas pembinaan bersama tenaga pendidik berkompeten secara aktif mendampingi peserta untuk memastikan proses pendidikan berjalan efektif, tertib, dan kondusif.

Tag: Pemasyarakatan, Pendidikan Lapas, Kanwil Ditjenpas Jatim
Meta deskripsi: Lapas Kelas IIA Sidoarjo memperkuat pelatihan Warga Binaan melalui program pendidikan kesetaraan kejar paket sebagai bekal reintegrasi sosial.
Konflik Nelayan Katingan Memuncak Perahu Trawl Dibakar Warga
http://Baca juga Bapak Kost NYT Diduga Kebal Hukum Resahkan Warga
Melalui program kejar paket ini, Lapas Sidoarjo memberikan akses termasuk hak pendidikan bagi Warga Binaan selama menjalani masa pidana. Pendidikan dinilai menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan mental dalam menghadapi proses reintegrasi sosial setelah kebebasan nanti.
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo menegaskan bahwa kesetaraan pendidikan merupakan bagian strategi dari pelatihan kemandirian. “Kami mendorong Warga Binaan agar tetap produktif dan memiliki daya saing ketika kembali ke masyarakat. Pendidikan menjadi bekal utama menuju kehidupan yang lebih mandiri,” ujarnya
Paket program kejar disusun secara terstruktur dengan materi pembelajaran yang mengacu pada kurikulum pendidikan kesetaraan nasional. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang konsistensi serta keterlibatan aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berharap pelatihan tidak hanya berdampak pada penyediaan hak dasar, tetapi juga mampu menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan dengan melahirkan individu yang siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. (nit)






