132 Personel Ikuti UKT PSM Makorem 084

SURABAYA, pojokkasus.com   — 132 personel mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM) Tahun 2026 yang digelar Makorem 084/Bhaskara Jaya (BJ), Rabu (11/2/2026), di Aula Bhaskara Korem 084/BJ. Ujian ini menjadi bagian penting dari program pelatihan kemampuan prajurit untuk meningkatkan profesionalisme, ketangkasan, dan kesiapan dalam mendukung tugas pokok satuan.

Makorem 084/BJ menghadirkan 132 prajurit dari berbagai satuan jajaran untuk mengikuti tahapan ujian secara berjenjang. Panitia menguji aspek teknik dasar, jurus, ketahanan fisik, hingga aplikasi bela diri militer dalam skenario tertentu. Seluruh peserta mengikuti proses dengan disiplin dan penuh konsentrasi.

Kepala Seksi Personel (Kasipers) Korem 084/BJ, Kolonel Inf Adhe Hansen, hadir langsung menyebarkan kegiatan. Ia menegaskan bahwa UKT PSM bukan sekadar formalitas kenaikan tingkat, melainkan tolok ukur kemampuan riil prajurit di bidang bela militer.

Pelaksanaan ujian juga mendapat bantuan dari personel Jasdam V/Brawijaya. Tim afiks memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai mekanisme, standar penilaian, serta prosedur keamanan yang telah ditetapkan TNI AD.

http://Baca juga Rajutan Karya Warga Binaan Di Balik Jeruji Lapas Sidoarjo.

http://Baca juga Islah atau Mundur Guncang Politik Sidoarjo Memuncak Kini

Pembinaan Berjenjang dan Terukur
Kolonel Inf Adhe Hansen menjelaskan, satuan merancang UKT PSM sebagai bagian dari pelatihan kemampuan jasmani dan mental prajurit secara berkelanjutan. Ia menyebut, kemampuan bela diri militer harus terus diasah agar prajurit tetap adaptif menghadapi dinamika tugas di lapangan.

132 personel mengikuti
Sebanyak 132 personel Makorem 084/BJ mengikuti UKT Pencak Silat Militer 2026. Kegiatan ini memperkuat profesionalisme, ketangkasan, dan kesiapsiagaan prajurit TNI AD.

“Pencak Silat Militer bukan hanya kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan mental juang prajurit. Setiap tahapan ujian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan yang konsisten akan menciptakan prajurit yang tangguh dan siap menjalankan berbagai pemaksaan, baik operasi militer maupun operasi selain perang. Ia menambahkan, peningkatan kemampuan individu akan berdampak langsung pada soliditas dan kesiapan satuan.
Panitia menerapkan sistem penilaian objektif dengan indikator yang diukur. Penguji menilai ketepatan teknik, kecepatan gerak, kekuatan, keseimbangan, serta pengendalian diri peserta. Standar kelulusan ditetapkan sesuai tingkat sabuk atau jenjang yang diikuti.

http://Baca juga Kosmetik Ilegal Sidoarjo, Uji Kredibilitas APH

Perkuat Mental Juang Prajurit
Selain aspek teknis, UKT PSM juga pembentukan mental dan karakter. Setiap peserta dituntut menunjukkan sikap hormat, sportivitas, dan semangat pantang menyerah selama ujian berlangsung. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam kehidupan militer.
Makorem 084/BJ secara rutin menggelar pelatihan bela diri sebagai bagian dari program kerja bidang personel. Kegiatan ini memperkuat kemampuan pertahanan diri sekaligus meningkatkan ekosistem ekosistem prajurit.

Dengan terselenggaranya UKT PSM Tahun 2026, Makorem 084/BJ menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas sumber daya manusia TNI AD di wilayah yang ditetapkan. Pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan diharapkan mampu mencetak prajurit yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan.

Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga memperkuat citra institusi sebagai satuan yang secara konsisten membangun kapasitas personel. “Pembinaan harus terus berjalan dan tidak boleh stagnan. Prajurit harus selalu siap kapanpun negara memanggil,” pungkas Kolonel Adhe Hansen. (nit)