Surabaya, pojokkasus.com – Pangdam Brawijaya turun langsung meninjau progres pembangunan koperasi desa di Surabaya, Senin (16/2/2026). Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin didampingi Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkdrie saat mengecek langsung kesiapan operasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Kutisari di Kecamatan Tenggilis Mejoyo.
Kunjungan kerja itu menargetkan percepatan realisasi program ekonomi kerakyatan berbasis koperasi di tingkat kelurahan. Pangdam memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana teknis, mulai dari kesiapan fasilitas, sistem distribusi barang, hingga mekanisme pengelolaan keuangan koperasi.
Ia menegaskan pemerintah menjadikan koperasi sebagai strategi nasional penggerak ekonomi daerah. Program ini menyasar penguatan UMKM, stabilisasi harga kebutuhan pokok, serta pembukaan akses pembiayaan mikro yang aman bagi warga. Menurutnya, koperasi modern harus dikelola profesional agar benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi lokal.
Pangdam juga meminta pengurus koperasi menerapkan tata kelola transparan dan akuntabel. Ia menilai disiplin manajemen akan menentukan keberhasilan program sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat sebagai anggota sekaligus pengguna layanan.

Dukungan TNI Perkuat Ekonomi Rakyat
Danrem menegaskan jajaran TNI mendukung penuh program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menyebut keterlibatan aparat bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk komitmen konkret membantu pemerintah daerah mempercepat kemandirian ekonomi warga.
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan koperasi desa. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor memungkinkan distribusi kebutuhan pokok berlangsung lebih efisien dan harga tetap terjangkau.
Ia juga memastikan koperasi menyediakan barang kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan warga sekitar. Dengan begitu, koperasi tidak hanya berdiri sebagai lembaga formal, tetapi hadir sebagai pusat layanan ekonomi yang aktif melayani masyarakat setiap hari.
Peninjauan lapangan ini sekaligus menjadi evaluasi langsung terhadap kesiapan operasional, termasuk kesiapan stok, sistem pencatatan transaksi, serta kesiapan sumber daya manusia pengelola koperasi.
Forkopimda Di Uji.”Judi Sabung Ayam Menguat Lagi”
Polri Tegas Berantas Narkotika Libatkan Oknum Internal
Target Dampak Nyata ke Warga
Pemerintah menargetkan koperasi desa mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui akses usaha dan pembiayaan yang lebih mudah.
Program ini juga diharapkan menekan ketergantungan warga pada pinjaman informal berbunga tinggi. Selain itu, koperasi dirancang menjadi pusat distribusi bahan pokok agar rantai pasok lebih pendek. Skema ini diyakini dapat menekan fluktuasi harga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Pangdam menutup kunjungan dengan menegaskan pentingnya konsistensi pengelolaan. Ia menyatakan koperasi harus terus berinovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Koperasi yang dikelola profesional akan langsung terasa manfaatnya bagi kesejahteraan warga,” ujarnya.
Kunjungan ini menandai pengawasan langsung aparat terhadap program strategis ekonomi rakyat.
Kehadiran pimpinan militer di lapangan memberi sinyal kuat bahwa penguatan koperasi desa menjadi prioritas nyata, bukan sekadar program administratif. (nit)





