Surabaya, pojokkasus.com — Gaktif dan yustisi militer menjadi fokus utama dalam sosialisasi yang digelar Korem 084/Bhaskara Jaya pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Makorem itu diikuti seluruh prajurit TNI dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan satuan tersebut.
Pimpinan satuan mendorong seluruh personel memperkuat disiplin dan memastikan data administrasi tetap akurat, mutakhir, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kasi Ops Korem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Agus Al Fauzi, mewakili Danrem Brigjen TNI Danny Alkadrie saat membuka kegiatan. Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah konkret membangun profesionalisme prajurit. “Tertib administrasi dan kepatuhan hukum menjadi fondasi utama dalam mendukung tugas pokok satuan,” tegasnya di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, administrasi keaktifan atau Gaktif memastikan seluruh data personel tercatat secara benar, mulai dari status dinas, riwayat jabatan, hingga kelengkapan administrasi lainnya. Data yang valid memudahkan komando dalam mengambil keputusan strategis dan mencegah potensi persoalan di kemudian hari.
Selain itu, yustisi militer berfungsi sebagai instrumen penegakan hukum internal yang menjaga marwah institusi. Melalui pemahaman aturan dan sanksi, prajurit diharapkan mampu mengendalikan diri dan menghindari pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun satuan.

Cegah Pelanggaran Sejak Dini
Sebagai narasumber, Kapten Cpm I Made Prasati Edi selaku Dansatlak Gakumwal Denpom V/4 memaparkan sejumlah potensi pelanggaran yang harus diantisipasi. Ia menekankan pencegahan penyalahgunaan narkoba, kepemilikan senjata api ilegal, pelanggaran asusila, hingga kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor.
Menurutnya, pelanggaran sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap citra TNI di mata masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh prajurit meningkatkan kesadaran hukum dan menjaga integritas pribadi. “Disiplin bukan hanya soal hukuman, tetapi soal komitmen menjaga kehormatan diri dan satuan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan internal akan terus berjalan secara konsisten. Denpom V/4 akan memperkuat fungsi penegakan hukum dan pengawalan agar setiap personel tetap berada di jalur yang benar sesuai ketentuan perundang-undangan militer.
Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta mengajukan pertanyaan seputar administrasi keaktifan, mekanisme pelaporan, hingga prosedur hukum militer. Dialog tersebut memperlihatkan antusiasme dan keseriusan anggota dalam memahami aturan secara utuh.
Satlantas Polres Pasuruan Tangani Kemacetan Bangil Akibat Jalan Berlubang
Profesionalisme Dimulai dari Disiplin
Melalui sosialisasi Gaktif dan yustisi militer ini, Korem 084/Bhaskara Jaya ingin memastikan setiap prajurit dan PNS bekerja dengan standar tinggi, tertib administrasi, serta taat hukum. Komando berharap pemahaman yang kuat akan mencegah pelanggaran dan memperkuat soliditas internal.
Upaya ini sekaligus menjawab tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas institusi pertahanan. Prajurit yang disiplin dan patuh hukum akan lebih fokus menjalankan tugas menjaga stabilitas wilayah.
Di akhir kegiatan, Kolonel Agus kembali mengingatkan bahwa profesionalisme tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari kebiasaan tertib, taat aturan, dan kesadaran pribadi setiap anggota. “Kita jaga nama baik satuan dengan disiplin dan tanggung jawab,” pesannya.
Sosialisasi ini menegaskan bahwa kekuatan satuan bukan hanya terletak pada kemampuan tempur, tetapi juga pada integritas dan ketertiban anggotanya. Dengan Gaktif yang tertata dan yustisi militer yang tegas, Korem 084/Bhaskara Jaya meneguhkan komitmen membangun prajurit yang profesional, bersih, dan siap menjalankan tugas negara. (nit)






