Pasuruan, pojokkasus.com — TMMD Ke-127 kembali membuktikan komitmennya membangun harapan warga desa. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 yang digelar oleh Kodim 0819/Pasuruan kini memasuki tahap penting pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Haninah di RT 01 RW 03 Dusun Kili Timur, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (24/2/2026). Pengerjaan pondasi menjadi penanda dimulainya fondasi harapan baru bagi keluarga tersebut.
Sejak pagi, anggota Satgas TMMD bersama warga setempat turun langsung ke lokasi. Mereka mengangkut pasir, menata batu, dan mencampur semen secara gotong royong. Suara cangkul dan adukan semen berpadu dengan semangat kebersamaan yang terasa kuat di tengah perkampungan.
Pembangunan pondasi menjadi tahap krusial karena menentukan kekuatan dan ketahanan bangunan. Satgas memastikan setiap sudut pondasi terpasang presisi agar rumah berdiri kokoh dan aman. Mereka menyesuaikan struktur dengan kondisi tanah setempat agar rumah mampu bertahan dalam jangka panjang.
Pratu Heralia, salah satu anggota Satgas TMMD, menegaskan timnya bekerja sesuai target dan standar teknis. “Kami kerjakan secara maksimal bersama warga. Tahap pondasi ini sangat penting agar rumah nantinya kokoh dan nyaman ditempati,” ujarnya di sela kegiatan.

Gotong Royong Jadi Energi Utama
Keterlibatan warga menjadi energi utama dalam pembangunan RTLH ini. Mereka tidak hanya membantu tenaga, tetapi juga menyediakan dukungan logistik sederhana seperti konsumsi bagi para pekerja. Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi nyata antara TNI dan masyarakat desa.
Program TMMD Ke-127 tidak sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga menanamkan semangat kebersamaan. Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat menciptakan interaksi yang lebih dekat dan humanis. Warga menyampaikan aspirasi secara langsung, sementara Satgas merespons dengan tindakan konkret.
Ibu Haninah mengaku terharu melihat rumahnya mulai berdiri dengan pondasi baru. Sebelumnya, ia menempati rumah dengan kondisi dinding rapuh dan atap yang kurang layak. Kini, ia menyaksikan perubahan nyata di depan matanya. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Program TMMD Ke-127 yang dilaksanakan secara terpadu ini menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, khususnya bagi keluarga kurang mampu. RTLH menjadi salah satu prioritas karena menyentuh kebutuhan dasar warga, yakni tempat tinggal yang aman dan sehat.
E-Purchasing Digenjot Transparansi Pengadaan Sidoarjo Makin Akuntabel Pesat
Dampak Sosial dan Dampak Sosial
Pembangunan RTLH melalui TMMD Ke-127 membawa dampak sosial yang luas. Selain meningkatkan kelayakan hunian, program ini mendorong rasa percaya diri warga dan memperkuat solidaritas lingkungan. Anak-anak Ibu Haninah kini memiliki ruang yang lebih aman untuk beristirahat dan belajar.
Kehadiran TNI melalui program TMMD mempertegas peran institusi tersebut sebagai mitra rakyat dalam pembangunan desa. Sinergi ini memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kepedulian sosial.
Dengan progres pondasi yang terus berjalan, harapan akan rumah yang layak semakin nyata. TMMD Ke-127 tidak hanya membangun tembok dan atap, tetapi juga menegakkan fondasi optimisme bagi keluarga Ibu Haninah dan warga sekitar.
Di tengah keterbatasan, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa gotong royong tetap relevan dan kuat. Ketika pondasi rumah berdiri kokoh, di situlah harapan baru ikut ditegakkan—bukan hanya untuk satu keluarga, tetapi untuk masa depan desa yang lebih baik. (G10)






