Mojokerto, pojokkasus.com — Gerakan bike to work ASN Mojokerto resmi dicanangkan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) saat apel pagi di Lapangan Sasana Abhipraya, Balai Kota Mojokerto, Jumat (27/3/2026). Program ini mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) berangkat kerja dengan bersepeda setiap hari Jumat sebagai upaya menghemat bahan bakar minyak (BBM), meningkatkan kesehatan, dan menekan polusi udara.
Pencanangan gerakan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung efisiensi energi sekaligus merespons arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penghematan BBM.
Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar simbolik, tetapi bentuk komitmen bersama seluruh ASN.
“Untuk seterusnya setiap hari Jumat kami bersama-sama berkomitmen untuk berangkat kerja dengan bersepeda atau gowes,” ujar Ning Ita di hadapan peserta apel.
Menurutnya, gerakan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni mengurangi konsumsi BBM, meningkatkan kebugaran ASN, serta menekan tingkat polusi udara di wilayah perkotaan.

ASN Diberi Fleksibilitas Berpakaian
Untuk mendukung kenyamanan para pegawai, Pemkot Mojokerto memberikan kelonggaran dalam aturan berpakaian setiap Jumat. ASN tidak diwajibkan mengenakan seragam dinas, melainkan diperbolehkan memakai pakaian olahraga atau kasual yang tetap sopan.
Evakuasi Cincin Kelamin di Ponorogo, Damkar Berjibaku 1 Jam
http://Baca juga Momentum Ulang Tahun Anton Sujatmiko ke-44, Penuh Doa dan Harapan Mengalir.
https://www.facebook.com/pojok.kasuscom
“Silakan menggunakan outfit yang lebih fleksibel, pakaian kasual atau olahraga, selama tetap menjaga kesantunan dalam memberikan pelayanan hingga jam kerja selesai,” tegasnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong partisipasi ASN tanpa mengurangi profesionalitas dalam pelayanan publik.
Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kota Ramah Lingkungan
Gerakan bike to work ASN Mojokerto juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di kalangan aparatur pemerintah. Dengan bersepeda secara rutin, ASN diharapkan memiliki kondisi fisik yang lebih prima sehingga berdampak pada peningkatan kinerja.
Selain itu, langkah ini dinilai strategis dalam menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan. Pengurangan penggunaan kendaraan bermotor secara langsung akan menekan emisi gas buang yang selama ini menjadi salah satu penyumbang polusi udara.
“Dengan gerakan ini, semoga tiga niat tadi bisa kita wujudkan bersama-sama untuk kebaikan Kota Mojokerto tercinta,” tambah Ning Ita.
Gerakan bike to work ASN Mojokerto bukan sekadar program seremonial, melainkan langkah konkret menuju efisiensi energi, peningkatan kesehatan, dan pengurangan polusi. Jika dijalankan secara konsisten, kebijakan ini berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun budaya kerja yang sehat dan berkelanjutan. (T7)







