Ponorogo, pojokkasus.com — Evakuasi cincin kelamin di Ponorogo terjadi saat Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo membantu seorang pria berusia 32 tahun melepaskan cincin yang terpasang di alat vitalnya, Rabu (tanggal tidak disebut). Proses evakuasi berlangsung di RSUD dr Harjono Ponorogo selama sekitar satu jam, melibatkan tim medis dengan prosedur penuh kehati-hatian demi menghindari cedera serius.
Evakuasi Tak Biasa, Damkar Turun Tangan
Kasus ini bermula ketika pihak rumah sakit meminta bantuan Damkar karena pasien tidak mampu melepaskan cincin tersebut secara mandiri. Tim Damkar Ponorogo pun langsung merespons cepat dan menuju lokasi untuk melakukan tindakan penyelamatan.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, menjelaskan bahwa proses evakuasi membutuhkan ketelitian tinggi.
“Perlu waktu sekitar 1 jam, kami harus benar-benar berhati-hati,” ujarnya.
Menurut Bambang, penanganan ini berbeda dari kasus pelepasan cincin pada umumnya yang biasanya terjadi di jari tangan.
Proses Sulit, Cincin Dipotong Dua Titik
Dalam prosesnya, petugas harus memotong cincin di dua titik agar bisa dilepaskan. Hal ini disebabkan oleh bahan cincin yang cukup tebal dan sulit dipotong.
“Biasanya cukup satu titik, tapi kemarin sampai dua titik baru bisa lepas karena bahannya tebal,” jelas Bambang.
Selama proses berlangsung, tim Damkar juga berkoordinasi intensif dengan tenaga medis untuk memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama.

Risiko Tinggi, Petugas Ekstra Hati-hati
Area kelamin yang memiliki banyak saraf penting menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi ini. Petugas harus bekerja dengan presisi agar tidak menimbulkan luka serius.
http://Baca juga Momentum Ulang Tahun Anton Sujatmiko ke-44, Penuh Doa dan Harapan Mengalir.
https://www.facebook.com/pojok.kasuscom
“Di area itu banyak saraf, jadi kami harus ekstra hati-hati supaya tidak melukai,” tambahnya.
Bambang menyebut, kasus seperti ini tergolong langka. Selama ini, Damkar lebih sering menangani pelepasan cincin yang tersangkut di jari.
Kasus Langka, Jadi Pengalaman Baru
Ia mengungkapkan bahwa kejadian ini menjadi pengalaman baru bagi tim Damkar Ponorogo. Meski demikian, mereka sebelumnya pernah menangani kasus serupa, seperti pelepasan ritsleting yang menjepit alat vital seorang pria.
Terkait penyebab pemasangan cincin tersebut, Bambang mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, berdasarkan informasi awal, cincin tersebut diduga sudah terpasang cukup lama.
Peristiwa evakuasi cincin kelamin di Ponorogo menjadi pengingat penting akan risiko penggunaan benda asing pada tubuh tanpa pengawasan medis. Respons cepat Damkar dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan penanganan kasus yang tergolong langka ini, sekaligus menunjukkan peran vital Damkar dalam situasi darurat non-kebakaran. (ryn)







