Kunjungan Kepala BNPB ke Pasuruan, Tinjau Banjir di Beji dan Rejoso

Pasuruan, pojokkasus.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melakukan kunjungan ke Kabupaten Pasuruan, Jumat (27/3/2026), untuk melihat kondisi terkini banjir yang melanda sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Beji dan Rejoso.

Dalam kunjungannya, Suharyanto fokus pada upaya penanganan bencana dan kondisi warga yang terdampak banjir.

Pantauan di Shelter Kebencanaan BPBD

Kunjungan Suharyanto diawali dengan meninjau shelter kebencanaan yang dibangun oleh BPBD Kabupaten Pasuruan di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil.

Di shelter tersebut, ia menyaksikan para petugas dan relawan yang tengah sibuk di dapur umum. Mereka menyiapkan nasi bungkus untuk disalurkan kepada warga yang terdampak banjir yang tersebar di Kecamatan Bangil, Beji, dan Gempol.

Suharyanto mengapresiasi upaya tersebut sebagai bentuk tanggap darurat yang cepat dan efektif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

Meninjau Lokasi Terendam di Desa Kedungringin

Usai meninjau shelter, Suharyanto melanjutkan perjalanan menuju Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, yang hingga kini masih dikepung banjir.

Dengan menaiki perahu, ia berkeliling di beberapa dusun yang terendam udara bersama sejumlah pejabat, seperti Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, serta Deputi 3 Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan.

Kondisi banjir di desa ini memang cukup parah, dengan hampir semua rumah berada pada posisi lebih rendah dari sungai. Hal ini menyebabkan desa tersebut rentan terhadap banjir, bahkan saat hujan deras.

Upaya Pemerintah dalam Penanganan Banjir

Suharyanto menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim, dan Pemkab Pasuruan telah melakukan berbagai upaya untuk menangani banjir di daerah tersebut.

Untuk jangka pendek, bantuan berupa nasi bungkus, makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan bantuan lainnya telah disalurkan kepada warga.

Sementara itu, untuk jangka menengah, normalisasi Sungai Wrati terus dilakukan meski ada keterbatasan anggaran.

“Jangka panjangnya, kami akan membawa hasil observasi ini ke pusat untuk mendapatkan solusi lebih lanjut, apakah itu berupa relokasi organisme atau rekayasa sungai,” kata Suharyanto.

Ia juga menegaskan bahwa hampir seluruh rumah di Kedungringin lebih rendah dari sungai, sehingga banjir mudah terjadi dan menyebabkan penggumpalan yang cukup lama.

Apresiasi terhadap Pemkab Pasuruan

Suharyanto juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Pasuruan atas tanggap darurat yang cepat dan efektif. “Saya apresiasi Kabupaten Pasuruan luar biasa sekali.

Tanggap daruratnya dari Pak Bupati dengan mengeluarkan SK yang dilanjutkan dengan aksi di semua kecamatan yang potensi bencananya ada. Semua dilakukan dengan sepenuh hati,” ujar Suharyanto.

Harapan dari Wabup Pasuruan

Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih, berharap kunjungan Kepala BNPB akan memberikan solusi atas masalah banjir yang sering terjadi di Kabupaten Pasuruan.

“Atas nama Bapak Bupati Rusdi Sutejo, kami berharap dengan kehadiran Bapak Kepala BNPB, nantinya akan ada sedikit solusi untuk menyelesaikan permasalahan banjir tahunan yang terjadi di Kabupaten Pasuruan,” ucap Gus Shobih.

Suharyanto dan jajaran pejabat BNPB lainnya berjanji akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan memberikan dukungan penuh dalam upaya penanganan banjir di Pasuruan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Fandi