Pasuruan, pojokkasus.com – Hujan deras Pasrepan yang mengguyur sejak Minggu (29/3/2026) dini hari mengakibatkan satu rumah warga roboh di Dusun Krajan RT 02 RW 02, Desa Petung, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan sekitar pukul 02.09 WIB. Peristiwa ini menimpa rumah milik Soleh (47), yang ambruk akibat tak kuat menahan intensitas hujan tinggi selama satu jam.
Curah hujan tinggi mulai terjadi sekitar pukul 01.00 WIB hingga 02.00 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, kondisi bangunan rumah milik Soleh mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Dinding rumah terlihat retak sebelum akhirnya roboh dan menyisakan puing-puing berserakan di lokasi kejadian.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Beruntung, saat kejadian pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.
Respons Cepat Aparat
Menangapi kejadian tersebut, Babinsa Desa Petung, Serda Mirwan Abdillah dari Koramil 0819/17 Pasrepan, segera turun ke lokasi untuk melakukan monitoring sekaligus membantu proses evakuasi.

“Setelah menerima laporan, kami memastikan langsung lokasi untuk kondisi warga dan membantu menuju penanganan awal,” ujar Serda Mirwan Abdillah di lokasi kejadian.
Ia bersama warga setempat bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Kehadiran aparat dinilai mampu mempercepat proses penanganan sekaligus memberikan rasa aman bagi korban dan masyarakat sekitar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian materi yang cukup besar. Bangunan rumah mengalami kerusakan total dan tidak dapat ditempati kembali.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pasuruan dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mengingatkan warga agar segera melaporkan jika ada tanda-tanda kerusakan bangunan atau potensi bahaya lainnya,” tambahnya.
Peristiwa hujan deras Pasrepan yang merobohkan rumah warga menjadi pengingat penting akan potensi bencana di musim penghujan. Respons cepat aparat dan gotong royong warga menjadi kunci utama dalam penanganan awal, sekaligus meminimalkan dampak yang lebih besar. (Pendim-Gio)







