Jembatan Kalianak Dibangun Akses Warga Surabaya Makin Lancar

Surabaya, pojokkasus.com – Proyek Jembatan Kalianak dibangun resmi dimulai, ditandai dengan groundbreaking yang dipimpin Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin di kawasan Asemrowo, Surabaya, Senin (30/3/2026).

Pembangunan ini melibatkan TNI dan pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas warga di wilayah padat aktivitas tersebut.

Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkadrie juga turut hadir langsung dalam kegiatan yang berlangsung di RT 002 RW 003 Tambak Asri, Kelurahan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo.

 

Jembatan Kalianak Dibangun
Peletakan batu pertama Jembatan Kalianak Surabaya dimulai. Proyek ini diharapkan memperlancar akses warga Asemrowo-Krembangan dalam 2-3 bulan.

Acara groundbreaking Jembatan Kalianak dibangun berlangsung khidmat dan penuh simbolis. Selain peletakan batu pertama, kegiatan juga diisi pemotongan tumpeng dan peninjauan lokasi proyek.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan konferensi video bersama jajaran Kodam V/Brawijaya yang juga menyatukan pembangunan serentak di berbagai wilayah Jawa Timur.

“Pembangunan ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujar Danny Alkadrie.

Pimpin Upacara Bendera, Dandim 0819 Pasuruan Bacakan Amanat Pangdam V/Brawijaya

Proyek Jembatan Kalianak dibangun untuk menghubungkan Kecamatan Asemrowo dengan Krembangan. Selama ini, akses di kawasan tersebut kerap menjadi kendala bagi warga, terutama dalam aktivitas harian.

Dengan panjang sekitar 32,8 meter dan lebar 1 meter, jembatan ini ditargetkan rampung dalam waktu 2 hingga 3 bulan. Meski tidak besar, dampaknya dinilai signifikan terhadap kelancaran transportasi lokal.

“Ini bukan sekadar jembatan, tapi solusi nyata bagi masyarakat sekitar,” tegas salah satu pejabat di lokasi.

Bagian Program Infrastruktur Besar

Menariknya, pembangunan Jembatan Kalianak dibangun bukan proyek tunggal. Program ini merupakan bagian dari pembangunan serentak di Jawa Timur.

Sebanyak 18 Kodim dilibatkan dengan total 68 titik proyek, termasuk jembatan beton dan gantung. Langkah ini menunjukkan keseriusan TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Kolaborasi lintas sektor juga terlihat dari kehadiran Forkopimda Surabaya yang memberi dukungan penuh terhadap proyek ini.

Pembangunan Jembatan Kalianak yang dibangun diharapkan mampu mengatasi hambatan mobilitas warga, terutama di kawasan padat seperti Asemrowo.

Selain mempercepat akses, jembatan ini juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Kehadiran TNI dalam proyek ini menegaskan peran strategis dalam pembangunan daerah, tidak hanya di sektor pertahanan tetapi juga kesejahteraan rakyat.

Proyek Jembatan Kalianak dibangun menjadi langkah konkret memperbaiki konektivitas di Surabaya. Dengan dukungan penuh TNI dan pemerintah, jembatan ini diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Writer: @NitEditor: REDAKSI
IMG-20260327-WA0038