Sidoarjo,pojokkasus.com 5 April 2026 — Duka KJJT Jatim menyelimuti dunia jurnalistik Jawa Timur setelah Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), Slamet Maulana, meninggal dunia pada Minggu (5/4/2026) dini hari.
Kabar wafatnya sosok yang dikenal sebagai “Bang Ade” ini sontak mengguncang rekan sejawat, keluarga, dan komunitas pers yang kehilangan figur sentral penggerak solidaritas jurnalis.
Duka KJJT Jatim langsung terasa kuat, khususnya di kalangan KJJT Sidoarjo. Ucapan belasungkawa mengalir deras sejak kabar kepergian Slamet Maulana menyebar luas di berbagai platform komunikasi internal jurnalis.

Sosok Pemimpin yang Dikenal Tegas dan Peduli
Duka KJJT Jatim bukan tanpa alasan. Almarhum dikenal sebagai pemimpin yang tegas, namun tetap humanis dalam membina anggota. Ia aktif mendorong profesionalisme serta menjaga solidaritas antarjurnalis di Jawa Timur.
Perwakilan KJJT Sidoarjo, Agung Harry F, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya Slamet Maulana.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami keluarga besar KJJT Sidoarjo turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khotimah,” ujarnya.
Kehilangan Besar bagi Dunia Jurnalis
Ketua KJJT Sidoarjo, Ari Pratama, menegaskan bahwa duka KJJT Jatim kali ini adalah kehilangan besar yang sulit tergantikan.
“Kami sangat kehilangan. Beliau bukan hanya pemimpin, tapi juga panutan dan sahabat bagi kami semua,” ungkapnya.
Menurut Ari, Slamet Maulana memiliki peran penting dalam membangun fondasi organisasi yang kuat dan solid. Nilai kebersamaan yang ia tanamkan kini menjadi warisan yang harus dijaga.
Warisan Solidaritas dan Profesionalisme
Duka KJJT Jatim juga membuka kembali jejak perjuangan almarhum dalam membangun ekosistem media yang profesional. Di bawah kepemimpinannya, KJJT berkembang sebagai wadah yang aktif dalam advokasi, pembinaan, hingga kegiatan sosial.
Tak sedikit jurnalis yang merasakan langsung kontribusinya, baik dalam penguatan kapasitas maupun bantuan kemanusiaan. Sosoknya dikenal ramah, terbuka, dan dekat dengan semua kalangan.
Ari menegaskan bahwa semangat perjuangan tersebut tidak boleh berhenti.
“InsyaAllah kami akan melanjutkan perjuangan beliau. Ini amanah yang harus kami jaga,” tegasnya.
Rencana Pemakaman dan Penghormatan Terakhir
Jenazah Slamet Maulana rencananya dimakamkan di TPU Keputih, Surabaya, setelah disemayamkan di rumah duka. Sejumlah jurnalis, sahabat, dan keluarga tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Momen ini menjadi bukti nyata betapa besar pengaruh dan keteladanan almarhum di dunia jurnalistik Jawa Timur.
Duka Mendalam, Semangat Harus Berlanjut
Duka KJJT Jatim menjadi pukulan berat bagi organisasi, khususnya di Sidoarjo dan Jawa Timur. Namun di balik kehilangan ini, muncul tekad untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis.
Kepergian Slamet Maulana menjadi pengingat bahwa dedikasi dan integritas akan selalu dikenang. Semangatnya kini menjadi tanggung jawab bersama untuk diteruskan.





