Seratus Damkar Kodam Brawijaya Siaga, Respons Kebakaran Melesat

Surabaya,pojokkasus.com– Seratus Damkar Kodam Brawijaya siaga memperkuat sistem respons kebakaran di Jawa Timur setelah penyerahan resmi 100 unit kendaraan pemadam kebakaran di Lapangan A. Yani Kodam V/Brawijaya, Kamis (16/04/2026).

Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi peningkatan kesiapsiagaan bencana, khususnya kebakaran, dengan dukungan armada modern dan personel terlatih.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, kepada perwakilan satuan, disaksikan Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir.

Kegiatan ini menandai penguatan signifikan kapasitas operasional Kodam dalam menghadapi potensi kebakaran yang kerap terjadi di berbagai wilayah Jawa Timur.

Program pengadaan 100 damkar ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Kementerian Pertahanan melalui skema Produksi Dalam Negeri (PDN) Tahun Anggaran 2026.

Seratus Damkar Kodam
SeratusDamkar Kodam Brawijaya Siaga memperkuat respons kebakaran di Jawa Timur. Armada baru dan operator terlatih mempercepat penanggulangan bencana.

Pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri guna memperkuat kemandirian industri sekaligus memastikan ketersediaan alat utama yang sesuai kebutuhan lapangan.

Secara faktual, keberadaan armada damkar baru ini akan meningkatkan kecepatan respons saat terjadi kebakaran. Unit-unit tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai kondisi medan, termasuk wilayah padat penduduk hingga kawasan rawan bencana.

Dengan tambahan ini, satuan di bawah Kodam V/Brawijaya diharapkan mampu merespons laporan kebakaran secara lebih cepat, tepat, dan efektif.

Tidak hanya fokus pada peralatan, Kodam juga memperkuat aspek sumber daya manusia.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan sertifikat kepada personel yang telah menyelesaikan pelatihan operator damkar.

Pelatihan ini memastikan setiap kendaraan dioperasikan oleh personel yang kompeten dan siap menghadapi situasi darurat.

Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga kualitas personel.

Ia menyatakan bahwa peningkatan kemampuan operator menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penanganan kebakaran.

“Pengadaan alat utama harus diiringi dengan peningkatan kompetensi personel agar kesiapsiagaan optimal benar-benar terwujud,” ujarnya tegas.

Sebagai penutup, acara diwarnai demonstrasi simulasi pemadaman kebakaran.

Pemkab Sidoarjo Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026

Dalam simulasi tersebut, personel menunjukkan kemampuan teknis, kecepatan respons, serta koordinasi tim dalam menangani situasi darurat secara efektif.

Dengan langkah ini, Kodam V/Brawijaya mempertegas komitmennya dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Penambahan armada damkar dan peningkatan kapasitas personel diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran serta melindungi masyarakat Jawa Timur dari ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Writer: @NitEditor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038