PT Aisyah Cahaya Nusantara Jadi Pionir Hilirisasi Ekspor

Surabaya, Pojokkasus.com, – PT Aisyah Cahaya Nusantara menjadi sorotan dalam Forum Group Discussion (FGD) Akselerasi Hilirisasi Komoditas Ekspor Jawa Timur. Perusahaan ini dinilai mampu mengambil peran strategis dalam mendorong hilirisasi berbasis komoditas unggulan daerah, khususnya di sektor pertanian.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama Achmad Dahlan menegaskan bahwa tantangan utama pengembangan ekspor justru berada di sektor hulu. Ia menyebutkan, produksi bahan baku yang belum stabil dan kualitas yang belum merata masih menjadi kendala utama bagi pelaku usaha.

“Pasar ekspor sebenarnya sangat terbuka. Permintaan ada, bahkan buyer kami sudah mencapai 9.000 ton per tahun. Tantangannya bagaimana memastikan suplai dari hulu bisa konsisten dan berkualitas,” ujar Achmad dalam diskusi.

Fokus Perbaikan Hulu dan Teknologi Farm

Achmad menjelaskan bahwa PT Aisyah Cahaya Nusantara kini fokus memperkuat sektor hulu melalui pendekatan riset dan teknologi pertanian (farm technology). Perusahaan mengembangkan sistem budidaya yang lebih modern untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas komoditas.

Salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan adalah cabe jawa. Produk ini memiliki nilai ekspor tinggi, terutama untuk kebutuhan industri herbal dan farmasi di pasar internasional. Namun, menurut Achmad, ketersediaan bahan baku yang belum stabil sering menghambat pemenuhan permintaan.

Untuk itu, perusahaan menggandeng petani lokal melalui program kemitraan. Mereka memberikan pendampingan teknis, akses bibit unggul, hingga penerapan standar budidaya yang sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor.

“Kalau hulu kuat, hilir pasti mengikuti. Kami tidak hanya membeli hasil panen, tapi juga membina petani agar mampu memenuhi standar global,” tegasnya.

Potensi Besar Hilirisasi Ekspor Jawa Timur

FGD tersebut juga menyoroti potensi besar Jawa Timur sebagai pusat hilirisasi komoditas ekspor. Dengan dukungan sumber daya alam dan jumlah petani yang besar, provinsi ini dinilai mampu menjadi motor penggerak ekspor nasional.

Namun, sejumlah peserta FGD menilai diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi untuk mempercepat hilirisasi. Infrastruktur, akses pembiayaan, serta transfer teknologi menjadi faktor penting yang harus diperkuat.

PT Aisyah Cahaya Nusantara dinilai telah mengambil langkah awal yang konkret dengan mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir. Model bisnis ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengembangkan komoditas ekspor berbasis nilai tambah.

Dorong Dampak Ekonomi dan Sosial

Upaya hilirisasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekspor, tetapi juga memberikan efek ekonomi langsung bagi petani lokal. Program kemitraan membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian.

Achmad menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi kunci utama dalam strategi perusahaan. Ia berharap sinergi antara berbagai pihak dapat mempercepat transformasi sektor pertanian menuju industri yang lebih modern dan berdaya saing.

“Ini bukan hanya soal ekspor, tapi bagaimana kita membangun ekosistem yang kuat dari hulu ke hilir. Jika itu tercapai, dampaknya akan dirasakan luas oleh masyarakat,” pungkasnya. (G10)

IMG-20260327-WA0038