Yogyakarta, pojokkasus.com – Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tiga aliran sungai besar yang melintasinya Salah satunya sungai Code yang lokasinya berada di tengah kota membuat kali Code atau sungai Code selalu menjadi sorotan kunjungan kerja insan pers Sidoarjo bersama Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sidoarjo. Jumat. (07/11/2025)
Ratusan Insan Pers guyub bersatu dengan Jajaran Dinas Infokom Sidoarjo berbondong bondong ke kali code di bawah panasnya terik mentari yogyakarta menambah hangatnya kebersamaan dalam kemitraan study kasus kali code Yogyakarta. Jumat, (07/11/2025)
Di dalam kunjungan kerja insan pers sidoarjo di sambut oleh BBWSO ( Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak ) melalui staffnya Haris Syarif Usman dan Purwati menceritakan,,”Riwayat Kali Code dimulai dari kondisi kumuh di bantaran sungai yang dihuni warga miskin pada tahun 1980-an, lalu diubah oleh Romo Mangunwijaya melalui program penataan yang humanis. Seiring waktu, sungai ini menjadi ikon wisata kota yang kini dikelola bersama masyarakat dan pemerintah, bahkan menjadi contoh hunian sungai yang artistik dan kreatif, serta terus dilestarikan dari potensi banjir dan pencemaran
Kali Code (Sungai) yang melintasi tiga wilayah, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul memiliki panjang total sekitar 41 kilometer. Dan lebar kurang lebih 30 meter..”Ujarnya
“Dahulu Kawasan bantaran Kali Code dipenuhi gubuk-gubuk dari kardus dan dihuni masyarakat berpenghasilan rendah seperti pemulung dan gelandangan, Kondisi ini dianggap kumuh, merusak citra kota, dan rentan terhadap bencana banjir.
Ia menambahkan, Pemerintah pernah merencanakan penggusuran, namun gagal karena tidak bisa mengatasi masalah sosial dan kemiskinan yang mendasarinya.
Romo Mangunwijaya menentang penggusuran dan justru membantu menata kampung dengan tinggal bersama warga dan merancang rumah-rumah bambu dan mencanangkan program “tribina” (bina manusia, bina lingkungan, bina sosial) untuk memberdayakan masyarakat setempat secara menyeluruh.
Penghargaan internasional: Penataan kampung yang diinisiasi oleh Romo Mangun ini mendapat penghargaan internasional Aga Khan Award for Architecture pada tahun 1992,,”Tuturnya
Seiring waktu, bantaran sungai mulai ditata dan menjadi destinasi wisata berbasis kampung, sehingga Kawasan ini mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kerajinan dan kuliner.
Sebagai penutup kini Kali Code menjadi ikon kota Yogyakarta, mengubah citranya dari area kumuh menjadi salah satu destinasi wisata yang unik dan berwarna-warni,,’Tutupnya.
Dari hasil kunjungan kerja ( Study Kasus ) kali code di yogyakarta, Dinas Kominfo bersama Insan Pers Sidoarjo mendapat Ilmu bermanfaat, menjadi inspirasi guna di implementasikan dalam menata dan merawat bantaran kali ( sungai ) yang rawan banjir di wilayah Sidoarjo menjadi (red)







