Sidoarjo, pojokkasus.com – Norma kesopanan, etika, dan perilaku baik yang mengatur interaksi antarmanusia yang di sebut Adab menjadi Gunjingan Warga Sidoarjo
Etika dan adab sangat krusial dalam pemerintahan karena pemimpin wajib menerapkan norma kesopanan, etika, dan perilaku baik dalam mengatur roda Pemerintahan baik internal maupun eksternal menjalankan komunikasi baik secara horisontal maupun vertikal menjadi tauladan yang bertanggung jawab untuk melayani kepentingan rakyat, bukan sebaliknya.
Sebagai Sosial Kontrol mengawasi mengawal kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Pimpinan Redaksi Pojokkasus com Muhammad Akbar Ali memaparkan,, “Fenomena ini menjadi Study Kasus sosok Pemimpin yang di awal Pemerintahannya menuai kritikan tajam.
Akbar menuturkan,,’Pemimpin yang beretika akan lebih mudah mendapatkan dukungan dan kerja sama dari masyarakat, serta menciptakan pemerintahan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Sebaliknya pemimpin Pemerintahan yang tidak memiliki adab (etika) dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi negara dan masyarakat, yang mengarah pada ketidakpercayaan publik, perpecahan, dan kegagalan dalam mencapai kesejahteraan bersama..”Tuturnya.
Di kentarai dengan banyaknya proyek siluman dan Usaha usaha tanpa izin ( Bodong ) masih bebas beroparasi di wilayah Sidoarjo, di tambah dengan mutasi aparatur sipil negara (ASN) yang digelar Bupati Sidoarjo melanggar prosedur, dan yang terbaru dugaan pengangkatan Plt Direktur Operasional PDAM Delta Tirta, menabrak aturan.
Akbar menegaskan Etika kepemimpinan tidak hanya mengacu pada tindakan Pemimpin dalam mengambil keputusan, tetapi juga pada cara mereka dalam memengaruhi orang lain di sekitarnya.
Pemimpin harus menjadi contoh yang baik dan mempraktikkan etika kepemimpinan dalam setiap aspek kehidupan menjalankan program program pemerintah mencakup integritas, kejujuran, keadilan, dan sikap empati yang tinggi seperti yang tersirat & tersurat di sila kedua Pancasila.. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB..”Tegasnya. (red)







