Gresik, pojokkasu.com – Kecelakaan maut di Jalan Raya Kedamean, Kabupaten Gresik, merenggut nyawa seorang balita berinisial AR (4) pada Minggu (18/1) pagi. Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 07.20 WIB tepat di depan RS Sumber Sehat saat kondisi jalan licin akibat rintik hujan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Peristiwa yang memilukan itu terjadi ketika mobil pikap yang ditumpangi korban bersama kedua orang tuanya Terjadi tabrakan keras dengan sebuah dump truk dari arah berlawanan. Benturan hebat membuat balita tersebut mengembuskan napas terakhirnya di hadapan ayah dan ibunya, sesaat setelah kejadian itu terjadi.
Pikap Tabrakan Adu Banteng di Jalan Licin
Kecelakaan bermula saat mobil pikap hitam bernomor polisi L-8827-AAE melaju dari arah utara menuju selatan. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Mohammad Amin (30), warga Pakal, Surabaya, yang saat itu membawa istrinya, Mefbriani Lenama, serta putra kecil mereka, AR.
Kecepatan kendaraan yang cukup tinggi ditambah arus lalu melintasi pagi yang padat membuat situasi di lokasi kejadian sangat berisiko. Kondisi jalan yang licin akibat hujan ringan semakin mengalihkan ruang aman bagi pengendara yang melintas di jalur tersebut.
Polisi Ungkap Kronologi Versi Kepolisian
Kapolsek Kedamean, Iptu Ekwan Hudin, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika pengemudi pikap berusaha mendahului kendaraan lain di depannya. Saat mengambil lajur kanan, pengemudi diduga kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan.
Pada saat yang sama, sebuah dump truk bernomor polisi L-9570-UH yang dikemudikan oleh Poniman (55), warga Balongbendo, Sidoarjo, melaju dari arah selatan ke utara. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan dengan banteng tidak dapat dihindari.
Benturan keras mengakibatkan bagian depan mobil pikap ringsek parah. Suara dentuman keras terdengar hingga mengagetkan warga sekitar dan pengguna jalan lain yang sedang beraktivitas di pagi hari.

Balita Meninggal, Orang Tua Luka Berat
Warga sekitar bersama petugas medis dari rumah sakit terdekat segera memberikan pertolongan pertama. Balita AR dievakuasi ke RS Anwar Medika dengan kondisi luka berat di bagian kepala dan tubuh. Namun, tim medis menyatakan korban meninggal dunia tidak lama setelah tiba di rumah sakit.
Sementara itu, sang ayah, Mohammad Amin, menjalani perawatan intensif di RS Petrokimia Driyorejo akibat luka serius yang dialaminya. Istrinya, Mefbriani Lenama, juga mendapatkan penanganan medis di RS Eka Husada Sidojangkung, Menganti.
http://Baca juga Pertemuan Tahunan AWOS Perkuat Konsolidasi DPC Pasuruan Raya
Ketua PKDI Mojokerto Tumbang di Sidang Informasi Publik
Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Akibat kecelakaan maut tersebut, arus lalu lintas di Jalan Raya Kedamean sempat terhenti selama kurang lebih 15 menit. Polisi diberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk mempercepat proses evakuasi korban dan bangkai kendaraan yang melintang di tengah badan jalan.
Petugas Polsek Kedamean bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua kendaraan diamankan sebagai barang bukti, sementara sopir dump truk dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi Dalami Unsur Kelalaian
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami dugaan ketidakpastian dalam kecelakaan tersebut untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. “Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat kondisi jalan licin. Jangan memaksakan mendahului kendaraan jika pandangan tidak bebas,” tegas Iptu Ekwan Hudin.
Tragedi kecelakaan maut di Kedamean ini menjadi pengingat keras bahwa satu keputusan ceroboh di jalan raya dapat merenggut nyawa, bahkan nyawa anak yang tak berdosa. Kehilangan balita AR tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas sebagai tanggung jawab bersama. (F4ndi-Awos)




