Ukhuwah Islamiyah Menguat Lewat Dzikrul Ghofilin Tutur

Pasuruan, pojokkasus.com – Ukhuwah Islamiyah menjadi ruh utama dalam kegiatan Dzikrul Ghofilin yang dirangkai dengan khitan massal di kompleks Masjid Besar Annur Nongkojajar, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Minggu (18/1/2026).

Sejak pagi hari, ribuan jamaah memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara keagamaan dan sosial yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan ini tidak hanya menekankan dimensi spiritual, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial yang nyata. Panitia mengemas acara secara rapi, mengedepankan kenyamanan jamaah, serta memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keumatan yang inklusif masih menjadi kebutuhan bersama.

Sinergi Aparat, Ulama, dan Warga

Pelaksanaan Dzikrul Ghofilin melibatkan sinergi antara kuat aparat kewilayahan, tokoh agama, dan masyarakat. Danramil 0819/24 Tutur, Kapten Inf Rianto, hadir bersama unsur Muspika sebagai wujud dukungan terhadap penguatan nilai keagamaan dan solidaritas sosial di wilayah Kecamatan Tutur.

Kehadiran aparat dan tokoh lintas sektor memberi pesan jelas bahwa kegiatan keagamaan mendapat ruang dan perlindungan penuh. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat rasa aman bagi jamaah sehingga ibadah dapat berlangsung khusyuk tanpa gangguan.

Ukhuwah Islamiyah
Dzikrul Ghofilin dan khitan massal di Masjid Besar Annur Nongkojajar, Tutur, Pasuruan, mempererat ukhuwah Islamiyah dengan dukungan TNI, Polri, ulama, dan masyarakat.

Ribuan Jamaah Padati Masjid Annur

Panitia mencatat sekitar 2.000 jamaah mengikuti Dzikrul Ghofilin. Peserta datang dari berbagai daerah, mulai Nongkojajar, Sukorejo, Purwosari, Purwodadi, Wonorejo, Pandaan, hingga Gempol. Arus jamaah terkelola dengan baik berkat koordinasi panitia dan pengamanan terpadu.

Kehadiran jamaah lintas wilayah mencerminkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Masjid Besar Annur sebagai pusat kegiatan keagamaan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen umat dalam suasana damai dan setara.

 

Tragedi Pembacokan Wonokusumo Guncang Warga Surabaya Utara

 

Dukungan Tokoh Agama dan Daerah

Sejumlah tokoh ulama dan pimpinan daerah turut serta menghadiri kegiatan ini. Di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah KH. Soleh Baharudin, Nadhir Masjid Besar Annur Dr. KH Yusuf Wijaya, MMC, Camat Tutur Hendi Chandra Wijaya, S.KM, M.Kes, serta Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati.

Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat legitimasi kegiatan dan menunjukkan dukungan sektor terhadap agenda keumatan. Para tokoh sepakat bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dirawat sebagai sarana membangun keharmonisan sosial.

Danramil Tekankan Persaudaraan

Dalam perayaannya, Kapten Inf Rianto mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan acara. Ia menilai Dzikrul Ghofilin dan khitan massal sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius dan berdaya.

“Kegiatan ini tidak sekedar mendekatkan diri kepada Allah SWT, tapi juga mempererat silaturahmi dan persaudaraan. Kami siap mendukung dan menjamin setiap kegiatan positif di masyarakat,” tegasnya. Ia menegaskan komitmen Koramil 24/Tutur untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga selama kegiatan berlangsung.

Khitan Massal Ringankan Beban Warga

Selain dzikir bersama, panitia menyelenggarakan khitan massal sebagai bentuk kepedulian sosial. Program ini membantu keluarga kurang mampu memperoleh layanan kesehatan bagi anak-anak mereka secara gratis, aman, dan terstandar.

Pelaksanaan khitan massal berjalan tertib dengan dukungan tenaga medis dan relawan. Para orang tua menyambut program positif ini karena memberi manfaat langsung serta meringankan beban ekonomi keluarga.

Pengamanan Solid, Dampak Sosial Nyata

Koordinasi panitia, tokoh masyarakat, serta pengamanan dari Koramil dan Polsek memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan kondusif. Kegiatan ini menegaskan bahwa semangat gotong royong dan ukhuwah Islamiyah masih mengakar kuat di Kecamatan Tutur.

Dampaknya tidak hanya meningkatkan spiritualitas jamaah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial lintas wilayah. “Kebersamaan seperti ini perlu terus dijaga agar harmoni sosial tetap terpelihara,” pungkas Kapten Inf Rianto. (G1O-Awos)