Sidoarjo.pojokkasus.com ,- Ngaji Ngopi Bareng menjadi denyut dakwah yang menyejukkan ketika ratusan jamaah memadati halaman parkir Masjid Al-Barkah, Desa Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (31/1/2026) malam.
Kegiatan ini tidak sekadar ajang berkumpul, tetapi tampil sebagai ruang dakwah sosial dan budaya yang memperkuat nilai keislaman sekaligus kebangsaan di tengah masyarakat.
Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB itu mengusung konsep “ngaji sambil ngopi”. Panitia sengaja merancang suasana santai dan dialogis agar pesan keagamaan mudah diterima lintas usia, dari remaja hingga lansia. Pendekatan ini menempatkan dakwah sebagai percakapan yang membumi, dekat dengan realitas sosial jamaah.
Konsep inklusif tersebut mendapat sambutan positif. Jamaah terlihat antusias mengikuti rangkaian acara tanpa sekat formalitas, mencerminkan semangat dakwah yang ramah dan menenteramkan.

Sabu Talango Dibongkar, Polisi Gagalkan Jaringan Lokal
Humas Polres Pasuruan Perkuat Sinergi Lewat Ngopi Bareng Media Online
Dakwah Persatuan dan Toleransi
Ngaji Ngopi Bareng menghadirkan dua penceramah, Kyai H. Ali Misbaqul Munir dan Kyai Ashabul Kahfi. Keduanya menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam penyampaiannya, para penceramah mengajak jamaah memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Pesan keagamaan disampaikan dengan bahasa sederhana, disertai contoh kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat Desa Cemandi.
Para kyai juga menegaskan bahwa umat Islam memiliki peran strategis dalam merawat persatuan bangsa. Dakwah, menurut mereka, harus menjadi energi pemersatu, bukan sumber perpecahan.
Dakwah Menyejukkan dan Terbuka
Kegiatan ini dipandu oleh Gus Sahald Asrori sebagai moderator. Ia mengarahkan jalannya acara agar tetap tertib, interaktif, dan komunikatif. Gus Sahald menegaskan bahwa dakwah ideal harus disampaikan dengan cara menyejukkan, terbuka, dan menghargai perbedaan.
Menurutnya, masjid bukan hanya pusat ibadah ritual, tetapi juga ruang dialog sosial dan kebangsaan. Melalui kegiatan seperti Ngaji Ngopi Bareng, masjid hadir sebagai simpul pemersatu umat dan masyarakat.
Sinergi Aparat dan Masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopincam Sedati. Koramil Sedati hadir melalui Babinsa, sementara Polsek Sedati diwakili oleh Kanit Binmas. Kehadiran aparat pemerintah dan keamanan bersama tokoh agama serta tokoh masyarakat menunjukkan dukungan nyata terhadap kegiatan keagamaan dan sosial yang menyejukkan.
Ratusan jamaah memadati area halaman parkir masjid dengan tertib. Suasana religius semakin terasa saat grup banjari dari siswa SMPN 2 Sedati melantunkan shalawat, menambah nuansa spiritual sekaligus edukatif bagi para hadirin.
Panitia berharap Ngaji Ngopi Bareng dapat menjadi agenda rutin di Desa Cemandi. Kegiatan ini dinilai mampu menjadi contoh sinergi antara dakwah, budaya, dan kebangsaan dalam mempererat persatuan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai keislaman yang ramah dan inklusif di Kecamatan Sedati. (bb)






