Petik Laut Tambak Cemandi, Warisan Luhur Pesisir

Sidoarjo, pojokkasus.com – Petik Laut Tambak Cemandi kembali digelar sebagai wujud rasa syukur, pelestarian budaya, sekaligus ikatan spiritual masyarakat pesisir Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Tradisi turun-temurun ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi cermin relasi harmonis antara manusia, alam laut, dan nilai-nilai leluhur yang terus dijaga lintas generasi.

Tradisi petik laut yang dilaksanakan warga nelayan hari Minggu, 01/02/2026 ini menghadirkan doa bersama dan sedekah laut sebagai simbol pengharapan atas rezeki yang barokah, keselamatan, serta kelimpahan hasil tangkapan.

Pemerintah Desa Tambak Cemandi memaknai kegiatan ini sebagai identitas budaya sekaligus modal sosial yang menyatukan warga.

Warisan Leluhur dan Makna Spiritual
Kepala Desa Tambak Cemandi, P. Khoirudin, menegaskan bahwa petik laut merupakan warisan budaya dari para leluhur yang tidak boleh terputus. Menurutnya, tradisi ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang menggantungkan hidup di laut.

“Memang ini istilahnya warisan dari nenek luhur, kegiatan ini biasanya yang melakukan terutama dari warga yang kerjanya di laut,” ujar P. Khoirudin. Ia menjelaskan, sedekah laut menjadi ekspresi syukur sekaligus doa agar setiap usaha di laut berbuah keberkahan. “Kalau disedekai ini kegiatan di laut, insya Allah kalau selesai dapat rezeki yang barokat melimpah,” tambahnya.

Nilai spiritual dan sosial tersebut menjadikan petik laut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengikat solidaritas warga pesisir yang hidup berdampingan dengan risiko alam.

Petik Laut Tambak Cemandi
Tradisi Petik Laut Tambak Cemandi di Sedati Sidoarjo dimaknai sebagai warisan leluhur, syukur nelayan, dan potensi wisata budaya yang dijaga pemerintah desa.

Sabu Talango Dibongkar, Polisi Gagalkan Jaringan Lokal

http://Baca juga Revitalisasi Alun-alun Tandai Capaian Nyata Sidoarjo 167

http://Ngaji Ngopi Bareng, Dakwah Menyejukkan Persatuan Umat

Peran Desa di Tengah Keterbatasan Anggaran
Pemerintah desa tetap hadir memfasilitasi pelaksanaan tradisi meski menghadapi keterbatasan anggaran. P. Khoirudin menyampaikan bahwa secara prinsip kegiatan ini masuk perencanaan desa, namun kondisi fiskal menuntut kebijakan yang bijak.

“Pemerintahan desa sebenarnya untuk kegiatan ini memang dianggarkan. Tapi karena dengan kondisi seperti ini artinya untuk anggaran desa yang sangat berkurang drastis,” jelasnya. Kendati demikian, desa tetap mengupayakan pelaksanaan kegiatan.

“Kepala desa berbijak untuk melakukan kegiatan ini. Entah dari pribadi, dari mana tetap kita upayakan sehingga bisa terjadi sukses seperti ini,” tegasnya.

Langkah tersebut menunjukkan komitmen desa dalam menjaga kebudayaan sekaligus memperkuat partisipasi warga.

Pesan untuk Generasi Muda dan Dampak Sosial
Menutup rangkaian kegiatan, P. Khoirudin menitipkan pesan kuat kepada generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya. Ia melihat petik laut sebagai potensi wisata budaya yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat jati diri.

“Harapan saya untuk kegiatan petik laut ini tetap dilanjutkan karena salah satu bentuk daripada wisata seperti ini, ini menunjukkan kita sebagai warga negara harus memelihara budaya,” ujarnya. Ia menegaskan, “Untuk putra-putri kami ke depan tetap jangan menghilangkan apa yang dilakukan oleh orang-orang tua kami.”

Dengan nilai gotong royong, spiritualitas, dan potensi pariwisata, Petik Laut Tambak Cemandi diharapkan terus memberi dampak sosial positif: mempererat kebersamaan warga, menjaga kelestarian budaya pesisir, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk merawat warisan leluhur di tengah perubahan zaman. (nit)