Pasuruan, pojokkasus.com – Gotong Royong TMMD mempercepat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Musklis di Dusun Kili, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (20/2/2026). Program TMMD Ke-127 yang digelar Kodim 0819/Pasuruan ini memasuki tahap krusial pemasangan balok kayu sebagai rangka utama atap rumah. Anggota Satgas bersama warga bekerja terkoordinasi agar struktur bangunan berdiri kokoh dan aman disekitarnya.
Sejak pagi, personel TNI dan masyarakat bahu-membahu mengangkat balok kayu, mengukur rangka secara presisi, lalu memasangnya pada titik tumpu utama. Mereka memastikan setiap sambungan terkunci kuat agar mampu menopang beban atap secara maksimal. Proses ini menjadi fondasi penting sebelum pengerjaan penutup atap dan dinding dilanjutkan.
Pratu Prambudi, anggota Satgas TMMD Ke-127, menegaskan pemasangan balok kayu menentukan kualitas bangunan secara keseluruhan. “Kami memasang balok dengan teliti agar konstruksi atap kuat dan aman. Tahap ini sangat menentukan daya tahan rumah dalam jangka panjang,” katanya di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan tim teknis Satgas TMMD melakukan pengawasan langsung pada setiap tahapan pekerjaan. Personil memeriksa kelurusan rangka, kekuatan sambungan, hingga distribusi beban pada struktur atas. Satgas bertujuan pengerjaan RTLH selesai tepat waktu agar keluarga Musklis segera menempati rumah yang lebih layak.

Pangdam Brawijaya Gaspol Awasi Progres Koperasi Desa Surabaya
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Satgas juga mendorong keterlibatan aktif warga desa. Di Dusun Kili, warga membantu menyiapkan bahan, menyediakan konsumsi, hingga mendukung energi saat mengangkat balok kayu. Kolaborasi ini mempercepat kemajuan pekerjaan sekaligus memperkuat ikatan sosial antara TNI dan masyarakat.
Kodim 0819/Pasuruan melalui TMMD Ke-127 menyasar sejumlah kegiatan fisik dan nonfisik di wilayah Kabupaten Pasuruan. Pembangunan RTLH menjadi prioritas karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yakni perumahan yang aman, sehat, dan layak. Rumah Musklis sebelumnya tergolong tidak layak huni, sehingga program ini memberi dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
Warga Dusun Kili menyambut positif percepatan pembangunan tersebut. Mereka menilai kehadiran Satgas TMMD membawa energi baru dalam semangat gotong royong desa. Kemajuan pembangunan yang terlihat nyata meningkatkan optimisme masyarakat terhadap percepatan pemerataan infrastruktur di pedesaan.
Dengan rangka struktur atap yang kini terpasang, pembangunan RTLH Musklis memasuki tahap lanjutan. Satgas TMMD dan warga berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai standar keamanan dan ketahanan bangunan. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan desa di Kabupaten Pasuruan. (G10)





