Disiplin Prajurit Diperketat, Subdenpom Pasuruan Bergerak

Pasuruan, pojokkasus.com — Disiplin prajurit diperketat melalui sosialisasi Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) dan Ops Yustisi Tahun Anggaran 2026 yang digelar Subdenpom V/3-4 Pasuruan di Aula Kodim 0819/Pasuruan, Kamis (26/02/2026). Seluruh anggota Kodim 0819/Pasuruan dan PNS di wilayah hukum Subdenpom V/3-4 Pasuruan mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian.

Dansubdenpom V/3-4 Pasuruan, Kapten Cpm Hendra Rudiyanto, memimpin langsung jalannya sosialisasi. Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi strategi preventif untuk menekan potensi pelanggaran sekaligus memperkuat profesionalisme prajurit di lingkungan TNI AD.

Kapten Hendra menekankan bahwa satu pelanggaran kecil dapat berdampak besar terhadap citra institusi. Karena itu, ia mengajak seluruh personel membangun kesadaran hukum dari diri sendiri, bukan semata karena pengawasan atasan.
Menurutnya, pendekatan preventif dan edukatif tetap menjadi prioritas dalam Ops Gaktib dan Ops Yustisi 2026, meski tindakan tegas tetap diberlakukan bagi setiap pelanggaran yang terbukti.

Penguatan Administrasi dan Disiplin Internal
Dalam pemaparannya, Kapten Hendra menjelaskan pentingnya kelengkapan administrasi sebagai fondasi utama pembinaan personel. Data yang akurat dan mutakhir memudahkan pengawasan, pembinaan karier, hingga proses penegakan hukum internal.

Disiplin prajurit diperketat
Subdenpom V/3-4 Pasuruan menggelar sosialisasi Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) dan Ops Yustisi TA 2026 di Kodim 0819/Pasuruan. Kegiatan ini memperkuat disiplin prajurit, tertib administrasi, dan profesionalisme TNI demi menjaga kepercayaan publik.

Ia meminta seluruh prajurit memastikan dokumen pribadi, surat kendaraan bermotor, dan administrasi kedinasan selalu lengkap dan sah. Ketertiban administrasi bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari disiplin yang melekat pada jati diri prajurit.

Selain itu, Subdenpom V/3-4 Pasuruan mengingatkan potensi pelanggaran yang harus dihindari, seperti penyalahgunaan narkoba, kepemilikan senjata api ilegal, pelanggaran asusila, hingga keterlibatan dalam judi online.

Kapten Hendra juga menyoroti ancaman serius lain, termasuk penyelundupan orang, hewan, dan tumbuhan serta peredaran barang terlarang. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

http://Baca juga Phishing E-Tilang Palsu, Sindikat Lintas Negara Terbongkar

Waspada Wira Clurit, Jaga Citra Institusi
Sosialisasi ini mengusung tema “Waspada Wira Clurit” untuk Ops Gaktib dan “Citra Wira Clurit” untuk Ops Yustisi. Tema tersebut menegaskan pentingnya kewaspadaan, integritas, dan tanggung jawab moral dalam setiap pelaksanaan tugas negara.

Kapten Hendra menyampaikan bahwa citra TNI sangat ditentukan perilaku individu prajurit, baik saat berdinas maupun di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh personel menjaga etika, sikap, dan kepatuhan hukum dalam setiap aktivitas.

“Kami ingin seluruh personel memahami bahwa penegakan hukum berjalan seiring dengan pembinaan. Disiplin bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan untuk menjaga kehormatan satuan,” tegasnya di hadapan peserta. Ia juga mengingatkan bahwa prajurit TNI selalu berada dalam sorotan publik. Setiap tindakan, sekecil apa pun, dapat membentuk persepsi masyarakat terhadap institusi. .

Dampak Sosial dan Kepercayaan Publik
Melalui sosialisasi Ops Gaktib dan Ops Yustisi 2026 ini, Subdenpom V/3-4 Pasuruan menargetkan stabilitas internal satuan yang lebih solid dan profesional. Disiplin yang kuat akan memperkuat kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas pokok TNI.

Langkah ini juga diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap TNI sebagai institusi pertahanan negara. Ketika prajurit menunjukkan integritas dan kepatuhan hukum, masyarakat melihat komitmen nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Upaya ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Subdenpom V/3-4 Pasuruan menjadikannya sebagai bagian dari strategi berkelanjutan membangun budaya hukum yang kokoh di tubuh TNI.

Pada akhirnya, disiplin bukan hanya tentang aturan, tetapi tentang kehormatan. Dan dari Aula Kodim 0819/Pasuruan hari itu, pesan tersebut ditegaskan kembali: prajurit yang tertib dan berintegritas menjadi kunci menjaga marwah institusi sekaligus memperkuat kepercayaan rakyat. (G10)