Agama Dan Pendidikan Kebudayaan

Malang, pojok kasus.com — Pendidikan kebudayaan dinilai perlu menjadi awal sebelum pendidikan agama di sekolah, Pendidikan itu seharusnya diawali oleh pendidikan kebudayaan dan jati diri bangsa, bukan agama , karena bisa membunuh akal’ Waras dan otak kita menyempit, akibat doktrin dan doktrin, agama membuat halusinasi dan mengalami penurunan kesadaran akan kemanusiaan dan keberagaman

Sedangkan sejarah merupakan ruang yang meneguhkan nilai-nilai intrinsik kebudayaan, adat dan tradisi luhur yang diwariskan Para pendahulu kita

Membahas tentang pentingnya pendidikan dan jati diri bangsa dalam kwalitas hidup, meningkatkan kualitas pendidikan, serta moralitas, tetapi bagaimana agama dengan dokma dan doktrin yg berlebihan bisa membuat ruang terbuka radikalisme dan dapat mempengaruhi kesadaran, matinya NALAR dan nilai-nilai kemanusiaan.

– *Sosiologis*: Dari perspektif sosiologis, pendidikan kebudayaan dan jati diri bangsa dapat membantu meningkatkan kesadaran dan identitas masyarakat, menumbuhkan cinta tanah air serta memperkuat nasionalisme, jati diri nilai-nilai kebudayaan dan tradisi luhur yg kita warisi, selanjutnya Pendidikan Kebudayaan juga dapat membantu mengurangi keseluruhan sosial, menumbuhkan toleransi , pariwisata dan ekonomi meningkatkan kualitas hidup, membangun kasih sayang, mempertajam niilai luhur cipta Rasa karsa, mengharmoniskan jiwa’ dan kemanusiaan, sedangkan secara faktual melahirkan radikalisme dan leluhur agama terselubung.

– *secara filosofis*: perspektif pendidikan kebudayaan dan jati diri bangsa dapat membantu meningkatkan kesadaran, seni budaya kreatif akan keberadaan diri sendiri dan hubungan jiwa’ nasionalisme, cinta tanah air dan bangsa apalagi dengan masyarakat dan lingkungan, memperkuat sistem imunitas spiritual Nusantara.

Pendidikan Kebudayaan juga dapat membantu meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai budi pekerti atas warisan kebudayaan dan tradisi luhur, serta mempertajam INTUITIF, kemandirian bhatin, kebebasan dan kreativitas.

– *Scientifik*: Dari perspektif ilmiah dan ilmu pengetahuan hampir seluruh penelitian telah menunjukkan bahwa pendidikan kebudayaan dan jati diri bangsa dapat mempengaruhi perkembangan otak dan kesadaran. Pendidikan kebudayaan juga dapat membantu kecerdasan nurani, meningkatkan kemampuan kognitif dan emosional, serta membangun kesehatan mental dan fisik.

Beberapa konsep yang terkait dengan pendidikan dan jati diri bangsa adalah:
– *Kebudayaan*: suatu sistem nilai, norma, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
– *Jati diri bangsa* : kesadaran akan keberadaan diri sendiri dan hubungan dengan masyarakat dan lingkungan.
– *Pendidikan Kebudayaan*: proses pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan Kebudayaan dan jati diri bangsa.

Dalam konteks ini, perlunya penekanan akan pentingnya pendidikan kebudayaan dan jati diri bangsa dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta MORALITAS,
bagaimana agama dapat mematikan dan mempengaruhi kesadaran jiwa’ dan rasa kemanusiaan. (HD)

 

 

Referensi:
– Geertz, C. (1973). Interpretasi Budaya. Buku Dasar.
– Freire, P. (1970). Pedagogi Kaum Tertindas. Kontinum.
– UNESCO. (2015). Rekomendasi Pendidikan tentang Perdamaian, Hak Asasi Manusia, dan Pembangunan Berkelanjutan.
– Gardner, H. (1983). Kerangka Pikiran: Teori Kecerdasan Ganda. Buku Dasar.

Oleh

Dr Ir Hadi Prajoko SH MH