Jakarta, pojokkasus.com – Kapolri meminta jajarannya untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya di wilayah-wilayah yang memang rawan terjadi bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Ia pun meminta Satgas Bencana yang ada di pos-pos di daerah untuk mempersiapkan diri baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana.
“Saya pesan untuk seluruh jajaran yang memiliki potensi terjadinya bencana agar seluruh Satgas Bencana yang ada di pos-pos terpadu agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, khususnya bila terjadi potensi-potensi bencana ekstrem yang diramalkan oleh BMKG,” kata Sigit saat melaksanakan pemantauan pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (20/3/2026).
Sigit menuturkan, pihak BMKG beberapa hari ini melaksanakan kegiatan operasi modifikasi cuaca. Hal inj merupakan bagian dari upaya untuk mengelola agar tidak terjadi banjir, tanah longsor di daerah-daerah yang menjadi jalur mudik ataupun jalur balik.
http://Baca juga Hangatnya Idul Fitri 1447 H di Kodim, Prajurit dan Keluarga Sholat Bersama
https://www.facebook.com/pojok.kasuscom
“Dan alhamdulillah ini juga berhasil mengurangi potensi hujan ekstrem walaupun beberapa hari ke depan ini juga menjadi pekerjaan rumah yang harus kita antisipasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan pesan kepada pengelola tempat wisata dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menjaga keamanan masyarakat. Disebut untuk mengisi waktu libur lebaran, banyak masyarakat pergi ke tempat wisata.
Salah satu tempat wisata yang ia soroti adalah wisata udara. Segala bentuk pengamanan kepada wisatawan ia minta untuk diperhatikan. Selain itu, kapasitas pengunjung juga disesuaikan agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Tolong betul-betul dipastikan untuk keselamatan para masyarakat yang akan melakukan kegiatan wisata, khususnya di wisata udara untuk dipastikan agar kapasitas tidak sampai melebihi kapasitas yang sudah disiapkan dan alat-alat penyelamat juga jumlahnya harus disesuaikan dengan jumlah penumpang yang masuk, sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka keselamatan dari masyarakat yang menggunakan wisata khususnya wisata air ini betul-betul bisa diperhatikan,” katanya.
Tak lupa, Sigit juga berpesan tetap berhati-hati untuk masyarakat yang baru melaksanakan mudik dan melakukan kunjungan silaturahmi.
“Saya tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat dan jangan buru-buru untuk cepat sampai namun kemudian membahayakan keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan yang lain,” ujarnya. (Humas/Gio)



