Tragedi Pembacokan Wonokusumo Guncang Warga Surabaya Utara

Surabaya, pojokkasus.com – Tragedi pembacokan di kawasan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, menggemparkan warga Surabaya Utara pada Minggu pagi, 18 Januari 2026. Insiden berdarah yang terjadi di depan bangunan nomor 146, Jalan Wonokusumo Jaya tersebut merenggut nyawa seorang laki-laki yang tewas di lokasi kejadian akibat luka senjata tajam yang parah.

Peristiwa ini langsung menyedot perhatian warga sekitar karena terjadi saat aktivitas pagi mulai berjalan. Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di tepi jalan, sementara pelaku melarikan diri tak lama setelah melancarkan aksinya. Situasi di lokasi sempat mencekam sebelum aparat kepolisian tiba dan mengamankan area.
Pihak kepolisian menerima laporan resmi dari masyarakat pada pukul 07.45 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Semampir bersama Tim Inafis Polres Pelabuhan Tanjung Perak segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Korban Tewas di Lokasi Kejadian

Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Luka akibat senjata tajam terlihat di beberapa bagian tubuh korban, menandakan serangan dilakukan secara brutal. Identitas korban hingga kini masih dalam proses verifikasi karena pihak keluarga belum sepenuhnya memastikan data diri korban.

Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk keperluan autopsi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian serta mengumpulkan bukti medis yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.

Garis polisi dipasang di sekitar titik utama pembacokan untuk menjaga sterilitas area. Warga diminta menjauh agar proses pengumpulan data awal tidak terganggu.

Tragedi pembacokan
Tragedi pembacokan Wonokusumo menewaskan satu pria di Surabaya Utara. Polisi melakukan olah TKP, memburu pelaku, dan mengamankan barang bukti CCTV.

Kronologi Berdasarkan Keterangan Saksi

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di sekitar lokasi, kejadian bermula ketika kondisi jalan masih relatif sepi. Korban disebut berjalan seorang diri sebelum tiba-tiba didatangi oleh seorang pria tak dikenal.
Tanpa cekcok panjang, pelaku langsung mengayunkan senjata tajam ke arah tubuh korban secara berulang kali. Serangan cepat dan membabi buta tersebut membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Warga yang menyaksikan kejadian itu memilih tidak mendekat karena pelaku membawa senjata tajam dan bertindak sangat agresif. Setelah korban terkapar tak berdaya, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah utara.

http://Baca juga : Kecelakaan Maut Kedamean Tewaskan Balita Depan Rumah Sakit

http://Baca juga Pertemuan Tahunan AWOS Perkuat Konsolidasi DPC Pasuruan Raya

Penyelidikan dan Pengejaran Pelaku

Kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Selain itu, petugas mengumpulkan rekaman CCTV dari beberapa ruko di sekitar Jalan Wonokusumo Jaya yang mengarah langsung ke jalan raya.

Kapolsek Semampir menyampaikan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Tim Jatanras untuk memburu pelaku. Identitas pelaku mulai mengerucut berdasarkan keterangan saksi dan hasil penelusuran rekaman kamera pengawas.

Polisi menduga kuat adanya motif dendam atau perselisihan pribadi di balik aksi penyerangan tersebut. Dugaan ini masih terus didalami melalui pemeriksaan saksi dan analisis barang bukti.

Dampak Sosial dan Keamanan Wilayah

Tragedi pembacokan Wonokusumo ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya warga Pegirian dan sekitarnya. Kejadian kriminal yang terjadi pada pagi hari di kawasan padat penduduk meningkatkan kekhawatiran akan keamanan lingkungan.

Tokoh masyarakat setempat meminta aparat keamanan meningkatkan patroli di wilayah Surabaya Utara. Warga juga berharap pelaku segera tertangkap agar rasa aman dapat kembali pulih.

“Kami sangat menyayangkan aksi kekerasan seperti ini kembali terjadi. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian,” ujar salah satu perwakilan warga.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius kepolisian Surabaya. Aparat berkomitmen mengusut tuntas tragedi pembacokan Wonokusumo demi menjaga stabilitas keamanan kota dan mencegah terulangnya kekerasan serupa di tengah masyarakat. (F4 di-Awos)