Sidoarjo, pojokkasu.com — Ruwah Desa Kedungsumur, Kecamatan Krembung, menggelar menggelar wayang kulit yang merupakan tradisi dari tahun ke tahun dan berlangsung meriah di lapangan voli desa setempat, Kamis (12/02/2026) malam.
Kegiatan budaya tahunan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur. Tradisi Ruwah Desa telah lama menjadi bagian penting kehidupan masyarakat setempat.
Selain sebagai ritual doa bersama untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta kemakmuran, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga. Sejak sore hari, warga mulai berdatangan ke lokasi acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.
Audit Kinerja Itjen TNI Masuk Korem 084
Meski hujan sempat mengguyur wilayah acara hingga malam, antusiasme masyarakat tidak surut. Warga tetap bertahan memenuhi area kegiatan demi menyaksikan seluruh rangkaian hiburan hingga puncak acara pagelaran wayang kulit yang dibawakan dalang kondang Ki Ronggo Jati Machmanu.

Subandi Resmikan Double Deck Parkir RSUD Notopuro
Pengedar Sabu 10 Poket Dibekuk Satresnarkoba
Suasana kebersamaan terasa kental ketika pertunjukan dimulai, disertai sorak dan tepuk tangan penonton.
Acara tersebut menghadirkan Kepala Desa Kedungsumur Muntolib, unsur Forkopimka Krembung, para kepala desa se-kecamatan, tokoh masyarakat, serta tokoh agama. Kehadiran berbagai pimpinan wilayah itu menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang dinilai mampu memperkuat identitas masyarakat desa.
Dalam berbagai hal, Muntolib menjelaskan bahwa total anggaran pelaksanaan Ruwah Desa tahun ini mencapai sekitar Rp50 juta. Dana tersebut tidak sepenuhnya berasal dari anggaran desa, melainkan hasil swadaya dan gotong royong warga yang ikut serta dalam acara suksesnya.
Ia menekankan kebersamaan masyarakat menjadi kunci utama terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, panitia menampilkan pertunjukan Tari Remo serta hiburan campursari yang semakin memeriahkan suasana malam.
Beragam hiburan itu disambut antusias warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua. Pemerintah desa berharap Ruwah Desa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai tradisi yang tidak hanya menjaga nilai budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap budaya lokal diharapkan tetap tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang. (nit)







