Gerak Penting Malang Gempur Stunting Ibu dan Bayi

Malang kota,pojokkasus.com – Pemerintah Perketat Penanganan Stunting dan AKI

Gerak Penting Malang gempur stunting ibu dan bayi menjadi langkah tegas Pemerintah Kota Malang dalam menekan angka stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Program ini resmi dicanangkan di Hotel Atria, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (5 Mei 2026), sebagai strategi terpadu memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.

Program penurunan stunting Kota Malang ini menitikberatkan pada deteksi dini, pemantauan kehamilan, hingga pendampingan ibu hamil berisiko tinggi.

Pemerintah menargetkan penurunan signifikan kasus stunting sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi melalui sistem pemantauan yang lebih terintegrasi.

TMMD Gresik Bangun Rumah Ibu Sri yang Nyaris Roboh

Pencanangan program Gerak Penting untuk menekan stunting, AKI, dan AKB di Kota Malang.

Pemerintah Kota Malang melalui Wakil Wali Kota Ali Mutohirin dan Dinas Kesehatan Kota Malang.

Hotel Atria, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Untuk menurunkan angka stunting serta mencegah kematian ibu dan bayi melalui deteksi dini dan pemantauan kesehatan.

Dengan memperkuat pendataan ibu hamil, pemantauan risiko, serta layanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD secara berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Mutohirin, menegaskan bahwa penurunan stunting Kota Malang akan lebih efektif jika dilakukan sejak tahap awal kehamilan. Ia menyebutkan bahwa pendataan ibu hamil kini diperkuat melalui bidan koordinator dan bidan wilayah yang sudah memiliki basis data risiko kehamilan.

“Dengan Gerak Penting ini, identifikasi ibu hamil hingga proses persalinan akan lebih masif. Edukasi kesehatan juga terus kami dorong di seluruh Puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, memaparkan data tahun 2025 yang mencatat 4 kasus AKI dan 46 kasus kematian bayi balita.

Ia menjelaskan bahwa penyebab utama AKI berasal dari hipertensi kehamilan dan perdarahan pascapersalinan.

Dalam upaya penurunan stunting Kota Malang, Husnul menegaskan pentingnya pemetaan ibu hamil risiko tinggi seperti panggul sempit, jarak kehamilan terlalu dekat atau terlalu jauh, serta penyakit penyerta seperti diabetes melitus dan hipertensi.

“Pendataan awal sangat penting agar risiko bisa terpantau sejak dini dan penanganan bisa lebih cepat,” jelasnya.

Pemerintah Kota Malang menargetkan melalui Gerak Penting Malang gempur stunting ibu dan bayi, angka stunting dan kematian ibu-bayi dapat ditekan secara signifikan melalui sinergi tenaga kesehatan, fasilitas layanan, dan partisipasi masyarakat. Program ini juga menjadi langkah strategis jangka panjang dalam meningkatkan kualitas generasi masa depan Kota Malang.

Writer: @NitEditor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038