Pasuruan, pojokkasus.com — Cangkul di tangan prajurit menjadi pemandangan tak biasa di Dusun Wonosalam, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (28/2/2026). Di bawah terik matahari pagi, prajurit TNI dari Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan turun langsung menggali fondasi MCK bersama warga.
Hamparan tebu dan pepohonan rindang mengelilingi lokasi pembangunan. Prajurit berseragam loreng hijau Angkatan Darat mengayunkan cangkul dan sekop, membentuk lubang fondasi secara manual. Warga ikut bergotong royong, termasuk para remaja yang membantu menyiapkan peralatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127. Fokus pembangunan MCK dipilih karena menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat, terutama terkait sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Sebuah tembok beton setinggi pinggang berdiri di sisi lokasi sebagai penanda awal pembangunan. Prajurit dan warga membersihkan area, menggali tanah lembap, lalu meratakan permukaan secara bertahap. Mereka bekerja tanpa alat berat, mengandalkan tenaga dan kebersamaan.

Bupati Subandi Soroti Kualitas Proyek Dam Kedungpeluk
http://Baca juga Indikasi KKN Pengadaan Pupuk Malang Disorot MAKI Jatim
https://vt.tiktok.com/ZSmWxr7ep/
https://www.facebook.com/pojok.kasuscom
rioritas Sanitasi untuk Kesehatan Warga
Pembuatan MCK menjadi prioritas karena banyak warga masih mengalami keterbatasan akses sanitasi layak. Kondisi ini semakin terasa saat musim hujan, ketika lingkungan mudah tergenang dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Sholikin, salah satu warga yang terlibat langsung, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Ia mengatakan kehadiran TNI memberi semangat baru bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Alhamdulillah, sekarang kami punya harapan memiliki MCK yang layak. Gotong royong seperti ini membuat kami merasa diperhatikan,” ujarnya sambil tetap memegang cangkul.
Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan menegaskan pembangunan fisik ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Program tersebut mengusung tema “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
Kegiatan ini tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga memperkuat kolaborasi sosial di tengah masyarakat. Prajurit dan warga menggali fondasi bukan sekadar tanah, melainkan fondasi kesehatan dan masa depan Dusun Wonosalam yang lebih bersih dan mandiri. (G10)







