SIDOARJO, pojokkasus.com — Bupati Subandi soroti langsung hasil pembangunan Bendungan Kedungpeluk yang secara administratif telah dinyatakan rampung 100 persen. Ia menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai belum maksimal meskipun kemajuan fisik tercatat selesai.
Subandi datang bersama jajaran teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sidoarjo. Ia memeriksa detail konstruksi, mulai dari struktur beton, sambungan material, hingga kondisi area sekitar bendungan. Dalam inspeksi lapangan itu, ia mencatat beberapa bagian terlihat dikerjakan dengan terburu-buru sehingga kualitas finishing tidak merata.
Ia segera memerintahkan kontraktor memperbaiki seluruh kekurangannya tanpa waktu. Ia menegaskan standar saling wajib dipenuhi karena proyek infrastruktur publik harus aman, kuat, dan tahan lama. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan menoleransi hasil pekerjaan di bawah spesifikasi teknis.
Subandi juga menggambarkan pola pengerjaan yang mungkin mempengaruhi tekanan jangka waktu. Ia menunda seringnya berakhir pada percepatan di akhir masa kontrak yang berdampak pada penurunan kualitas.

https://www.facebook.com/pojok.kasuscom
https://vt.tiktok.com/ZSmW2hE72/
Pengawasan Diperketat dan Denda Tetap Berlaku
Subandi memastikan sistem pengawasan proyek akan diperketat. Ia meminta dinas teknis meningkatkan pemeriksaan mutu sejak tahap awal pekerjaan agar tidak muncul temuan saat proyek selesai. Ia menilai pengawasan aktif menjadi kunci menjaga kualitas infrastruktur daerah.
Ia juga menegaskan aturan denda tetap diberlakukan bagi kontraktor yang melampaui jadwal. Pemerintah daerah tetap menghitung deviasi pekerjaan sebagai bagian dari evaluasi kinerja. Sanksi administratif, menurutnya, tidak bisa dihapus hanya karena proyek akhirnya diselesaikan.
Langkah tegas tersebut bertujuan membangun disiplin pelaksanaan proyek. Subandi meminta kontraktor memprioritaskan kualitas sejak awal, bukan memperbaiki setelah proyek dinyatakan selesai. Ia menerbitkan laporan dinas teknis segera merangkum seluruh catatan lapangan sebagai dasar perbaikan.
Bendungan Kedungpeluk dibangun untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Tanggulangin dan sekitarnya. Oleh karena itu, Subandi ingin fasilitas tersebut berfungsi optimal tanpa menimbulkan persoalan baru bagi warga.
http://Baca juga Sidoarjo Raih Sertifikat Pengelolaan Sampah Nasional
Catatan Teknis dan Tanggung Jawab Kontraktor
Tim teknis menemukan beberapa titik yang membutuhkan perbaikan detail, termasuk pemadatan tanah di area sekitar penumpukan dan pembersihan material sisa proyek. Kemajuan secara administratif tercatat 100 persen, namun temuan lapangan menunjukkan masih terdapat kekurangan teknis yang harus diselesaikan.
Pemerintah daerah menginventarisasi seluruh temuan untuk diserahkan kepada pelaksana proyek sebagai daftar kewajiban perbaikan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kerusakan lanjutan setelah fasilitas digunakan masyarakat.
Selain itu, dampak pekerjaan seperti kondisi jalan terdampak dan perubahan aliran air masuk ke dalam tanggung jawab kontraktor. Subandi meminta area terdampak dirapikan dalam waktu satu minggu, termasuk normalisasi saluran air agar lingkungan kembali seperti sebelum proyek dimulai.
Peninjauan langsung ini menunjukkan pendekatan aktif pemerintah daerah dalam memastikan kualitas proyek infrastruktur.
“Kualitas adalah prioritas utama karena menjamin keselamatan warga dan keinginan pembangunan,” tegas Subandi. Sikap tersebut menjanjikan komitmen pemerintah daerah menjaga akuntabilitas proyek publik, sekaligus memastikan Bendungan Kedungpeluk benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sidoarjo. (merah)







