Pasuruan, pojokkasus.com — TMMD duduk sejajar warga menjadi pemandangan yang menyentuh hati di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (8/3/2026). Usai bekerja keras membangun infrastruktur desa, prajurit Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan tidak langsung kembali ke pos. Mereka justru memilih duduk bersama warga di atas terpal biru luluh, berbagi cerita, keluh kesah, dan harapan masa depan desa.
Momen sederhana itu terjadi di sebuah gubuk kecil berdinding anyaman bambu dan beratap seng. Sinar matahari menyengat menembus celah daun dan mengomel, menghasilkan kelelahan wajah-wajah para prajurit dan warga yang baru saja bergotong royong memperbaiki fasilitas desa. Di tengah suasana santai itulah komunikasi sosial (Komsos) antara TNI dan masyarakat berlangsung hangat.
Beberapa prajurit masih mengenakan seragam loreng yang berdebu setelah seharian mengangkut pasir, mencampur air mani, dan memasang batu bata. Mereka duduk melingkar bersama warga tanpa jarak, menandakan kuatnya hubungan kebersamaan yang tercipta dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Salah satu prajurit yang terlihat aktif berbincang adalah Kopda Fery. Prajurit muda itu duduk berdampingan dengan warga senior Desa Wonosari, termasuk Bapak David yang rumahnya berada dekat lokasi rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Percakapan mereka berlangsung hangat, penuh canda dan rasa syukur.
Bapak David mengaku sangat terkejut melihat kehadiran prajurit TNI yang tidak hanya membantu pembangunan desa, tetapi juga membantu masyarakat.
Tawuran Remaja Mojokerto Digagalkan Polisi Saat Patroli Ramadhan
“Alhamdulillah, dulu kami hanya bermimpi punya jalan lebih baik, mushola layak, dan rumah yang tidak bocor. Sekarang TMMD datang dan langsung bekerja nyata. Kami sangat senang, bahkan anak-anak juga gembira melihat tentara ikut gotong royong,” ujar David dengan wajah penuh haru.

Program TMMD Ke-127 di wilayah Pasuruan memang difokuskan pada pembangunan infrastruktur desa sekaligus penguatan hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Selain membangun jalan desa, prajurit juga melakukan rehabilitasi rumah warga, perbaikan mushola, serta sejumlah kegiatan sosial lainnya.
http://Baca juga PJI Rohul Peduli Santuni Anak Panti Dibulan Ramadhan
Menurut Kopda Fery, kegiatan komunikasi sosial seperti ini sangat penting untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Ia menegaskan bahwa TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan emosional yang kuat dengan warga.
“Kami tidak hanya membangun jalan atau rumah. Kami juga ingin membangun kebersamaan dengan masyarakat. Setelah bekerja bersama, kami ingin mendengar langsung apa yang dibutuhkan warga agar pembangunan benar-benar bermanfaat,” kata Kopda Fery.
https://www.facebook.com/pojok.kasuscom
Warga Desa Wonosari pun merasakan dampak nyata dari program tersebut. Selain membantu mempercepat pembangunan desa, kehadiran prajurit TNI juga membangkitkan semangat gotong royong yang semakin kuat di tengah masyarakat.
Bagi warga, para prajurit kini tidak lagi dipandang sebagai tamu dari luar desa. Mereka sudah dianggap seperti keluarga sendiri yang ikut merasakan suka dan duka kehidupan masyarakat.
Ketika matahari mulai condong ke barat, obrolan santai di atas terpal biru itu pun perlahan berakhir. Para prajurit Satgas TMMD kembali ke pos untuk melanjutkan tugas berikutnya.
Namun bagi warga Wonosari, pertemuan sederhana itu meninggalkan kesan mendalam. Bukan hanya bangunan yang mulai berdiri kokoh, namun juga ikatan kebersamaan yang tumbuh dari kerja keras, tawa, dan cerita sederhana di bawah atap seng desa. (G10)






