Pasuruan,pojokkasus.com— Kontes entok nasional Pasuruan 2026 menyedot perhatian publik setelah ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia memadati Halaman Pasuruan Creative Center (PCC) atau Bangkodir Bangil, Minggu (13/4/2026).
Sebanyak 250 ekor entok dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Jakarta ikut ambil bagian dalam ajang yang dinilai mampu mendongkrak potensi ekonomi peternakan lokal.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah ini berlangsung meriah.
Antusiasme peserta dan pengunjung menjadi bukti bahwa kontes entok nasional Pasuruan bukan sekadar lomba, melainkan magnet ekonomi baru.
Ratusan Entok Adu Kualitas dan Keunikan
Ketua Panitia, Nur Ardiansyah, mengungkapkan bahwa kontes entok nasional Pasuruan menghadirkan berbagai kategori, mulai dari entok hias, entok jumbo, hingga entok lokal.
“Total ada 250 ekor entok yang ikut serta. Penilaiannya berdasarkan kesehatan, postur tubuh, keunikan, dan kualitas keseluruhan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kategori entok jumbo menjadi daya tarik utama karena ukuran dan bobotnya yang tidak biasa.
“Kalau entok jumbo, dilihat dari bobot badan, tinggi, postur, dan kesehatannya,” tambahnya.
Balita Terseret Sungai dikalidawir Tanggulangin Sidoarjo, Wabup Mimik Turun Tangan
Peserta Lintas Daerah, Persaingan Semakin Ketat
Menariknya, peserta kontes entok nasional Pasuruan tidak hanya berasal dari lokal. Kehadiran peserta dari luar provinsi membuat persaingan semakin sengit.
“Peserta datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jakarta. Tapi paling banyak tetap dari Jawa Timur,” jelas Ardiansyah.
Kondisi ini memunculkan rasa penasaran publik terhadap kualitas entok terbaik yang dipamerkan di ajang nasional tersebut.
Dorong Ekonomi dan Minat Peternak
Di balik meriahnya acara, tersimpan dampak besar bagi sektor peternakan. Kontes entok nasional Pasuruan dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat untuk beternak entok.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muhammad Syaifi, menyebut potensi ekonomi dari entok kini semakin menjanjikan.
“Entok jumbo bahkan bisa mencapai berat 9,8 kilogram. Setelah ada kontes seperti ini, banyak masyarakat tertarik menjadi peternak,” ungkapnya.
Ia menilai kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi unggulan daerah.
Ajang Strategis Pengembangan Unggas Lokal
Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyambut positif kegiatan ini sebagai langkah konkret mendorong sektor peternakan. Selain meningkatkan kualitas ternak, kontes entok nasional Pasuruan juga membuka peluang pasar yang lebih luas.
Ketua panitia berharap ajang ini bisa digelar lebih besar di tahun berikutnya, mengingat tingginya animo masyarakat.
“Jumlah peserta yang banyak jadi motivasi kami untuk membuat event lebih besar lagi,” tutup Ardiansyah.







