Pasuruan, pojokkasus.com – Tiga Pilar Canangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII Provinsi Jawa Timur 2026 dengan menggelar aksi gotong royong bersama di Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan Jum, at 17/07/2026
Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari tersebut melibatkan unsur pemerintah desa, Karang Taruna, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 92 UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA).
Aksi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan desa.
Pemerintah Desa Pandean yang dipimpin Kepala Desa Abdul Karim berkolaborasi dengan Karang Taruna Putra Harapan yang diketuai Sibro Mukhlis dan mahasiswa KKN 92 UINSA yang diketuai Masgun Arifin.
Ketiga unsur tersebut bersinergi dalam pelaksanaan BBGRM XXIII sebagai wujud kebersamaan membangun desa melalui aksi nyata.
Gotong Royong Perkuat Sinergi Tiga Pilar
Dalam kegiatan tersebut, para peserta membersihkan jalan-jalan utama desa, memangkas rumput liar, membersihkan saluran air atau selokan, serta merapikan sejumlah titik lingkungan yang membutuhkan perhatian. Warga juga ikut berpartisipasi sehingga suasana kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung.
Kolaborasi antara pemerintah desa, Karang Taruna, dan mahasiswa KKN menjadi salah satu nilai penting dalam pelaksanaan BBGRM XXIII. Sinergi tersebut tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah desa, generasi muda, mahasiswa, dan masyarakat.
Lapas Sidoarjo Gelar Sidang TPP Warga Binaan
Kepala Desa Pandean Abdul Karim menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UINSA yang telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan desa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan energi positif dalam mendorong partisipasi masyarakat pada kegiatan sosial.
“Kami selaku pemerintah desa merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UINSA yang sudah peduli serta ikut ambil bagian dalam kegiatan BBGRM XXIII Jawa Timur di Desa Pandean,” ujar Abdul Karim.
Mahasiswa Apresiasi Dukungan Pemerintah Desa
Ketua KKN Kelompok 92 UINSA, Masgun Arifin, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Desa Pandean yang telah menerima kehadiran mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.
Ia menilai dukungan pemerintah desa dan Karang Taruna menjadi faktor penting dalam keberhasilan berbagai program yang dijalankan mahasiswa.
Menurut Masgun Arifin, kerja sama yang terjalin selama kegiatan KKN menjadi pengalaman berharga karena seluruh elemen desa saling mendukung dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Pandean yang telah memberikan ruang kepada kami untuk bersinergi dalam berbagai kegiatan.
Terima kasih juga kepada Pemerintah Desa, khususnya Kepala Desa Abdul Karim dan Ketua Karang Taruna Sibro Mukhlis yang selalu mendukung setiap program kami,” katanya.
Kurir Di Bayar Rp20 Ribu per Paket, Bandar Masih Buron
Pelaksanaan BBGRM XXIII di Desa Pandean menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun komunikasi dan kerja sama yang harmonis antarberbagai elemen masyarakat.
Bukti Kepedulian terhadap Lingkungan
Melalui aksi gotong royong tersebut, lingkungan desa menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman. Jalan utama desa tampak lebih tertata, rumput liar yang sebelumnya mengganggu telah dibersihkan, sementara saluran air kembali lancar sehingga dapat membantu mengurangi potensi genangan saat hujan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar sejak dimulai hingga selesai. Antusiasme peserta mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi tujuan utama Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat.
Pelaksanaan BBGRM XXIII di Desa Pandean diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi desa-desa lain dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat.
Sinergi yang terjalin melalui aksi sederhana seperti gotong royong memiliki dampak sosial yang besar, yakni memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan, meningkatkan solidaritas warga, serta menumbuhkan budaya kerja bersama demi pembangunan desa yang berkelanjutan.(fnd/tim)







