Irigasi Mangkrak Desa Singkalan Sidoarjo, Petani Gagal Panen

Sidoarjo,pojokkasus.com– Irigasi mangkrak Sidoarjo dikeluhkan puluhan petani di Dusun Singkalan, Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Proyek pembangunan saluran pengairan yang dimulai sejak Oktober 2025 hingga kini belum selesai dan diduga terbengkalai.

Akibatnya, pasokan air ke area persawahan terganggu sehingga banyak petani mengaku mengalami gagal panen dan kerugian ekonomi cukup besar.

Keluhan warga semakin memuncak karena saluran irigasi yang seharusnya menjadi sumber utama pengairan sawah justru belum bisa difungsikan secara normal.

Kondisi tersebut membuat para petani harus mencari alternatif dengan menggunakan pompa air untuk mengaliri lahan pertanian mereka.

Namun, penggunaan pompa dinilai sangat memberatkan karena membutuhkan biaya operasional tinggi setiap hari.

Di tengah kondisi hasil panen yang menurun, tambahan biaya itu semakin membebani para petani kecil di wilayah Desa Singkalan.

petani gagal panen
Proyek irigasi mangkrak di Desa Singkalan Sidoarjo diduga sebabkan puluhan petani gagal panen akibat pasokan air terganggu.

Salah satu warga sekaligus petani, Mly (56), mengungkapkan bahwa proyek pembangunan saluran irigasi tersebut hingga kini belum memberikan kepastian penyelesaian dari pihak terkait.

“Dari mulai pembangunan Oktober 2025 sampai sekarang belum ada penjelasan. Petani sangat dirugikan karena air tidak lancar, banyak yang gagal panen,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, sebelum proyek pembangunan dilakukan, saluran pengairan masih dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan pertanian.

Namun setelah proyek berjalan dan tidak kunjung rampung, distribusi air menjadi tersendat sehingga berdampak langsung pada hasil panen warga.

Keluhan serupa juga disampaikan Man (49), warga Dusun Singkalan.

Ia menilai kondisi saluran irigasi yang mangkrak tidak hanya menghambat pengairan sawah, tetapi juga memicu persoalan lingkungan di sekitar permukiman warga.

“Kalau pakai pompa air, biaya operasionalnya besar setiap hari. Kami berharap pemerintah segera bertindak tegas agar saluran air bisa difungsikan kembali seperti semula,” katanya.

DLHK Sidoarjo Tertibkan Fasum Pondok Mutiara

Selain itu, ia menyebut aliran air yang tidak berjalan normal menyebabkan munculnya bau tidak sedap akibat bercampurnya limbah rumah tangga dan endapan kotoran di sepanjang saluran irigasi.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama dinas terkait segera turun tangan untuk memberikan solusi konkret dan mempercepat penyelesaian proyek pembangunan saluran irigasi tersebut.

Sebab, keberadaan saluran pengairan memiliki peran vital bagi aktivitas pertanian dan menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Desa Singkalan.

Sejumlah petani juga meminta adanya evaluasi terhadap pelaksanaan proyek agar tidak terus merugikan masyarakat.

Mereka berharap pembangunan dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan sesuai fungsi awal, sehingga kebutuhan air untuk area persawahan kembali normal.

Jika kondisi ini terus berlarut, warga khawatir kerugian petani akan semakin besar dan berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian di wilayah Balongbendo.

Persoalan irigasi mangkrak di Desa Singkalan kini menjadi perhatian warga karena menyangkut kebutuhan dasar pertanian dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Pemerintah diharapkan segera memberikan kepastian penyelesaian agar para petani tidak terus mengalami gagal panen dan kerugian berkepanjangan.@Sri.h red

Writer: @NitEditor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038