Pasuruan,pojokkasus.com – Syukuran rutin perangkat Desa Kepulungan kembali digelar pada Kamis (21/5/2026) pukul 11.45 WIB dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Kamis Jumat Legi itu diikuti seluruh perangkat desa bersama masyarakat setempat melalui doa bersama dan tahlil untuk mendoakan para leluhur serta perangkat maupun mantan perangkat desa yang telah meninggal dunia.
Tradisi turun-temurun tersebut kali ini dilaksanakan lebih awal dari jadwal biasanya. Perubahan waktu dilakukan karena malam Jumat Legi pada bulan ini bertepatan dengan Hari Raya Iduladha atau Lebaran Qurban.
Perangkat desa bersama warga sepakat memajukan kegiatan agar tradisi tetap berjalan tanpa mengganggu agenda ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Warga mulai berdatangan sejak menjelang siang untuk mengikuti rangkaian doa bersama.
Mereka tampak berkumpul dengan tertib sambil mengikuti pembacaan tahlil yang dipimpin secara bergantian.
Suasana kebersamaan terlihat kuat sepanjang kegiatan berlangsung.
Tradisi Kebersamaan Tetap Dipertahankan
Kegiatan syukuran rutin tersebut menjadi salah satu tradisi sosial dan spiritual yang terus menjaga masyarakat Desa Kepulungan.
Selain menjadi sarana doa bersama, kegiatan itu juga mempererat hubungan antara perangkat desa dan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kehadiran warga dari berbagai lingkungan menunjukkan tingginya solidaritas sosial di desa tersebut.
Masyarakat tampak berbaur tanpa sekat hingga acara selesai. Momentum itu sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarwarga serta memperkuat komunikasi antara perangkat desa dan masyarakat.
Perangkat desa menilai tradisi tersebut bukan sekedar kegiatan rutin bulanan, namun juga bentuk rasa syukur atas kelancaran pelayanan pemerintah desa dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Melalui kegiatan sederhana itu, hubungan sosial dan semangat gotong royong dinilai semakin terjaga.
Yang menarik, seluruh pelaksanaan kegiatan dilakukan secara mandiri melalui sistem iuran perangkat desa.
Pendanaan bantuan syukuran tidak menggunakan anggaran desa maupun pihak lain.
Setiap perangkat desa memberikan kontribusi secara sukarela agar kegiatan dapat terus berjalan rutin tanpa membebani keuangan pemerintah desa.
http://Baca juga https://pojokkasus.com/2026/05/21/kormi-sidoarjo-perkuat-budaya-hidup-sehat/
Doa Bersama Berlangsung Khidmat
Sepanjang acara berlangsung, suasana khusyuk terlihat saat para peserta mengikuti pembacaan tahlil dan doa bersama. Beberapa warga tampak mengenang jasa para tokoh desa serta perangkat desa yang telah mendahului sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka kepada masyarakat.
Bupati Subandi Perbaiki Rumah & Berikan Kursi Roda kepada Warga
Selain memperkuat nilai-nilai spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat desa.
Tradisi doa secara bersama dinilai mampu mempertahankan nilai kekeluargaan sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang telah lama tumbuh di Desa Kepulungan.
Masyarakat berharap tradisi syukuran rutin tersebut dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya kebersamaan desa.
Di tengah perkembangan zaman dan perubahan sosial, kegiatan sederhana seperti doa tetap dianggap relevan karena mampu menjaga hubungan antarwarga tetap harmonis dan saling mendukung.
Dengan terus berlangsungnya kegiatan itu, perangkat Desa Kepulungan berharap nilai keagamaan, solidaritas sosial, dan semangat kebersamaan masyarakat tetap terjaga.
Tradisi yang dijalankan secara mandiri melalui iuran perangkat desa tersebut menjadi bukti bahwa kekompakan warga dapat tumbuh kuat melalui kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus dirawat dari generasi ke generasi. (Ded/tim)







