ASN, TNI, Polri Bisa Berebut Kursi Ketua KONI Sidoarjo

Sidoarjo,pojokkasus.com– Pendaftaran Ketua KONI Sidoarjo resmi dibuka untuk umum hingga Sabtu (22/8/2026), dengan peluang bagi ASN, TNI, dan Polri untuk ikut mencalonkan diri asalkan mendapat izin dari atasan.

Tahapan ini menjadi sorotan karena 54 pimpinan cabang olahraga (cabor) memiliki hak suara dalam Musorkablub KONI Sidoarjo yang dijadwalkan berlangsung Rabu (26/8/2026).

Pendaftaran calon ketua umum KONI Sidoarjo berlangsung di Sekretariat KONI Sidoarjo, Jalan Pahlawan Gang I Nomor 1. Panitia membuka layanan pendaftaran mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Kesempatan tersebut membuat bursa calon ketua umum semakin terbuka.

Panitia menegaskan calon tidak wajib memiliki latar belakang sebagai atlet atau pengurus olahraga, tetapi harus mempunyai kemampuan manajerial serta pemahaman kuat mengenai sport science.

Ketua Panitia Musorkablub KONI Sidoarjo Imam Jawahir mengatakan terdapat 12 syarat dan kriteria yang harus dipenuhi calon. Salah satunya memberikan ruang bagi ASN, TNI, dan Polri dengan ketentuan memperoleh izin dari pimpinan.

“Ada 12 syarat dan kriteria bagi para pendaftar. Salah satunya memberikan kesempatan kepada ASN, TNI, Polri, asal ada izin dari atasan atau pimpinan,” kata Imam Jawahir, Kamis (20/8/2026).

Menurut Imam, keterlibatan berbagai kalangan diperlukan untuk memperkuat tata kelola dan prestasi olahraga Sidoarjo.

Ia menilai kemampuan organisasi dan manajemen menjadi faktor penting untuk memimpin KONI.

“Kontribusi ASN maupun TNI dan Polri juga dibutuhkan dalam memajukan prestasi olahraga di Kota Delta ini,” ujarnya.

Ancam Sebar Video dan Pamer Airsoft Gun, Pria Ini Diciduk Polisi

Panitia telah menyampaikan pengumuman pendaftaran kepada seluruh ketua cabor di bawah koordinasi KONI Sidoarjo.

Para pimpinan cabor nantinya menjadi peserta dalam proses pemilihan ketua umum melalui Musorkablub 2026.

Sebanyak 54 pimpinan cabor tercatat memiliki hak suara sah. Namun, beberapa cabor belum memiliki hak suara karena belum melaksanakan Muskab untuk memilih kepengurusan baru meski masa jabatan sebelumnya telah berakhir.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian panitia menjelang pemilihan. Proses administrasi dan legitimasi kepengurusan cabor harus dipastikan agar Musorkablub berjalan sesuai ketentuan.

Sejumlah tahapan menuju Musorkablub telah disiapkan. Panitia menetapkan SK kepanitiaan, mengirim tata tertib kepada peserta, menyebarkan undangan, serta membentuk tim penjaringan calon ketua umum.

Imam meminta seluruh pimpinan cabor mendukung proses tersebut agar pemilihan berjalan tertib dan sukses.

“Kami mohon perhatian dan dukungan Bapak dan Ibu pimpinan cabor di Sidoarjo untuk pelaksanaan pendaftaran ketua umum KONI Sidoarjo dalam Musorkablub 2026 ini agar bisa berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Musorkablub digelar untuk memilih ketua umum KONI Sidoarjo definitif setelah Imam Mukri Affandy mengundurkan diri karena gangguan kesehatan.

Pendaftaran Ketua KONI Sidoarjo kini menjadi pintu awal menentukan arah pembinaan dan prestasi olahraga Kota Delta untuk periode 2026–2029.

Writer: @NitEditor: @Redaksi Pojokkasus
IMG-20260327-WA0038