Bongkar Sisi Gelap Birokrasi Lokal Dibalik Skandal Asmara Modin Desa Pandanrejo Malang

MALANG, pojokkasus.com – Bongkar sisi gelap birokrasi lokal dengan mempertaruhkan Integritas aparatur pemerintah menyusul perangkat desa di Kabupaten Malang yang terseret skandal asmara kontroversial di lingkungan Desa Pandanrejo.

​Kasus ini melibatkan oknum berinisial M selaku Kaur Perencanaan dan Modin, yang kedapatan bersama SL, istri dari Ketua RT 03/RW 01 setempat.

​Insiden bermula ketika istri sah M menaruh curiga dan melakukan pengecakan langsung ke sebuah kolam pemancingan di area desa pada tanggal 30 September 2026.

​Di lokasi tersebut, sang istri mendapati M bersama dengan SL, yang langsung memicu konfrontasi dan menarik perhatian warga sekitar tempat kejadian.

Bongkar Sisi Gelap Birokrasi Lokal
Gambar ilustrasi.

Baca juga

Mediasi Sengketa Tanah Rejoso Lor Belum Temui Titik Terang

​Alih-alih diredam secara hukum formal, kasus ini awalnya ditangani melalui mekanisme internal desa yang berujung pada pemberian sanksi administratif berupa pengadaan 100 sak semen.

​Penyelesaian damai secara kekeluargaan ini justru memicu perdebatan luas di kalangan warga yang menuntut transparansi penegakan disiplin pegawai negeri desa.

​Sebagai pelayan publik, perangkat desa dituntut memegang teguh norma kesusilaan dan etika agar tidak merusak kepercayaan masyarakat yang telah memilih mereka.

Hot news

Warga Binaan Lapas Sidoarjo Dilatih Keterampilan Siap Kerja  

​Kepala Desa Pandanrejo, Sulih Andi Susiantoko, menegaskan bahwa pihak desa telah menyerahkan mekanisme pembinaan lebih lanjut kepada pihak kecamatan dan kabupaten.

​”Kami dari pihak desa tidak diam. Semua ini juga menjadi kewenangan dan pembinaan atasan, seperti Pak Camat maupun Bupati,” ujar Sulih saat memberikan klarifikasi resmi.

Warga kini berharap pemerintah daerah mampu mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali mencoreng marwah institusi pemerintahan desa, memberikan pelajaran berharga bahwa pelanggaran etika moral memiliki konsekuensi sosial yang masif dan merusak karier birokrasi. Bersambung (Dwi, redaksi)

IMG-20260327-WA0038