Sidoarjo,pojokkasus.com — Pembinaan kemandirian digelar warga binaan Lapas Sidoarjo melalui pelatihan keterampilan cuci kendaraan yang berlangsung di lingkungan lembaga pemasyarakatan, Kabupaten Sidoarjo, awal Oktober 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan pihak Lapas Kelas IIA Sidoarjo untuk mempersiapkan warga binaan memiliki bekal hidup setelah menyelesaikan masa pidana.
Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan praktis mencuci dan merawat kendaraan dengan benar.
Tidak sekadar teknik mencuci, warga binaan juga belajar sikap disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja yang dibutuhkan dunia usaha.

Peserta langsung mempraktikkan seluruh proses, mulai dari menyiapkan perlengkapan, membersihkan kendaraan, hingga memastikan hasil yang memuaskan.
Pembelajaran dilakukan secara berulang agar keterampilan benar-benar dikuasai.
Keterampilan ini dipilih karena prospek usahanya yang menjanjikan dan mudah dijalankan secara mandiri.
Setelah bebas, warga binaan dapat bekerja di tempat pencucian kendaraan atau membuka usahanya sendiri.
Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menjelaskan bahwa keberadaan kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu.
“Melalui pembinaan kemandirian, kami ingin memberikan bekal yang benar-benar dapat dimanfaatkan setelah warga binaan bebas.
Harapannya, keterampilan yang mereka pelajari dapat menjadi modal untuk bekerja, membuka peluang usaha, dan menjalani kehidupan yang lebih produktif,” ujarnya.
Warga Balearjo Jadi Tersangka, Polisi Lanjutkan Penyidikan
Pihaknya menegaskan bahwa proses pemasyarakatan harus memberikan manfaat nyata.
Keterampilan yang diajarkan juga bertujuan membangun kepercayaan diri dan mengubah pola pikir warga binaan.
Dengan kemampuan yang dimiliki, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pidana dengan baik, tetapi juga keluar dengan keahlian yang bernilai ekonomi.@Nit



















