Nama PT Transportir BBM Dicatut, Dugaan Mafia Solar Subsidi di Kediri Kian Brutal

Kediri, pojokkasus.com – PT Transportis BBM Non Subsidi Agung Pratama Energi mendadak menjadi sorotan publik, pasalnya nama perusahaan tersebut dicatut oleh sejumlah media online yang menyebut-nyebut adanya kerja sama dengan seorang pria bernama Sunyito dalam dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pencatutan nama perusahaan ini memantik kegaduhan dan menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat, di karenakan praktik mafia solar subsidi di Kediri yang disebut-sebut makin liar dan tak terkendali, seolah kebal terhadap sistem pengawasan negara. Jumat. (26/12/2025)

Sunyito sendiri dikenal sebagai pencari solar di sejumlah SPBU wilayah Kediri, dengan menggunakan armada truk tronton diesel Mitsubishi bernomor polisi AG 6959 IJ, berciri khas kepala berwarna coklat dan bak coklat.

Truk tersebut diduga kerap keluar-masuk SPBU dengan pola pengisian berulang yang mencurigakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sasaran pengambilan solar diduga dilakukan di beberapa SPBU, di antaranya SPBU 54.64130 Banyakan, SPBU 54.641.08 Maron, serta SPBU 54.641.19 Meranggen, Purwoasri, Kediri.

Aktivitas ini menguatkan dugaan adanya jaringan mafia penyalahgunaan BBM subsidi yang beroperasi secara sistematis.

Ironisnya, praktik tersebut terjadi di tengah upaya Pertamina yang telah menerapkan sistem barcode dan digitalisasi pengawasan. Namun fakta di lapangan menunjukkan, sistem negara kembali dipermalukan, karena para pemain solar ilegal ini diduga mampu mengakali dan meretas mekanisme pengendalian distribusi BBM subsidi.

Situasi ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum. Polres Kediri dan Polda Jawa Timur didesak untuk segera menurunkan tim khusus, mengusut tuntas dugaan mafia solar subsidi, serta menangkap para pelaku yang telah merampok hak masyarakat kecil.

Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi alarm bahaya. Di saat kebutuhan solar meningkat untuk sektor transportasi, logistik, dan masyarakat kecil, praktik penimbunan dan penyalahgunaan solar subsidi berpotensi memicu kelangkaan BBM di Jawa Timur.

Negara tidak boleh kalah. Aparat penegak hukum harus hadir, bertindak tegas, dan membersihkan jaringan mafia BBM yang merusak keadilan sosial serta mencederai amanat subsidi untuk rakyat. (bUd)