PKK Sidoarjo Ajak Ibu Wujudkan Keluarga Tangguh Digital

Sidoarjo, pojokkasus.com – PKK Sidoarjo Ajak para ibu untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan keluarga tangguh sebagai benteng utama pendidikan anak di tengah tantangan era digital dan globalisasi. Ajakan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, dalam kegiatan edukasi parenting yang digelar TP PKK Kabupaten Sidoarjo melalui Pokja II di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan parenting bertema “Keluarga Tangguh Mendidik Anak Berkarakter, Terampil, dan Mandiri di Era Tantangan Zaman” itu diikuti perwakilan PKK kecamatan dan desa se-Kabupaten Sidoarjo, perwakilan Fatayat, Muslimat, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Kehadiran lintas organisasi perempuan tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam penguatan peran keluarga.

Keluarga sebagai Fondasi Pendidikan Anak

Dalam sambutannya, Sriatun Subandi menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak.

Ia menyampaikan bahwa nilai moral, etika, dan budi pekerti tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak.

“Anak yang baik kuncinya ada di keluarga. Dari keluargalah nilai moral dan etika ditanamkan sejak dini,” ujarnya di hadapan para peserta.

Sriatun menilai, keberhasilan pendidikan formal dan sosial sangat ditentukan oleh pola asuh di rumah. Oleh karena itu, ia mengajak para ibu untuk lebih sadar dan konsisten dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang

PKK Sidoarjo
Ketua TP PKK Sidoarjo Sriatun Subandi mengajak ibu berperan aktif mewujudkan keluarga tangguh dalam mendidik anak di era digital melalui edukasi parenting.

Tantangan Digital Butuh Orang Tua Adaptif

Ia menjelaskan bahwa derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital membawa tantangan yang semakin kompleks dalam proses mendidik anak. Akses informasi yang terbuka luas menuntut orang tua, khususnya ibu, untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Sriatun menekankan peran strategis ibu sebagai pendidik utama sekaligus teladan. Menurutnya, literasi digital dan pengawasan penggunaan gawai menjadi hal mendesak agar orang tua tidak tertinggal dari anak-anaknya di ruang digital.

“Ibu harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya, termasuk dalam penggunaan teknologi dan media sosial,” tegasnya.

http://Baca juga : @pojokkasus.com

Data Kekerasan Anak Jadi Alarm Keluarga

Berdasarkan hasil survei Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Sriatun mengungkapkan fakta bahwa kasus kekerasan terhadap anak justru paling banyak terjadi di lingkungan keluarga. Temuan tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh orang tua untuk terus mengevaluasi pola asuh di rumah.

“Beberapa survei menunjukkan kekerasan bisa terjadi di sekolah, tempat umum, maupun rumah. Namun yang terbanyak adalah di rumah sendiri. Tidak ada jaminan keluarga mampu atau tidak mampu terbebas dari kekerasan, termasuk kasus bullying,” jelasnya.

Ia menilai, ketahanan keluarga harus diperkuat agar rumah benar-benar menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikologis.

http://Simak juga : Wabup Sidoarjo Resmikan Dapur Makan Gratis Desa

Ruang Belajar Bersama untuk Pola Asuh Lebih Baik

Melalui edukasi parenting ini, Sriatun berharap para ibu menjadikannya sebagai ruang belajar bersama untuk memperbaiki pola asuh terhadap putra-putrinya. Ia juga mendorong penanaman nilai tanggung jawab, disiplin, kemandirian, empati, dan rasa percaya diri sebagai bekal masa depan anak.

“Di tahun 2026 ini, saya mengucapkan selamat mendidik putra-putri kita menjadi generasi yang religius, cerdas, dan berakhlakul karimah,” ucapnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Fajar Shiddiq, kepala sekolah sekaligus guru spiritual, serta Nishrina Khamida, M.Psi., Psikolog. Keduanya memberikan materi penguatan karakter anak dan pendekatan psikologis pola asuh keluarga di tengah tantangan zaman.

Sebagai penutup, Sriatun kembali mengajak seluruh ibu untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui lingkungan rumah yang penuh kasih sayang. Ia menegaskan bahwa keluarga tangguh akan melahirkan generasi yang siap menghadapi perubahan zaman dan memberi dampak sosial positif bagi masyarakat luas. (Dew/Nit)