Pasar Sayur Gempol Tumbuh Jadi Magnet Pembeli

Pasuruan, pojokkasus.com – Pasar Sayur Gempol terus menunjukkan geliat positif dan tumbuh pesat dalam dua tahun terakhir, Pasar tradisional yang berada di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan kini menjelma menjadi salah satu destinasi utama transaksi sayuran di Jawa Timur, dengan tingkat kunjungan pembeli yang terus meningkat setiap harinya.

Pertumbuhan Pasar Sayur Gempol ditandai dengan melonjaknya jumlah pembeli dari berbagai daerah, termasuk Malang, Sidoarjo, hingga Surabaya. Ramainya aktivitas jual beli tersebut turut menarik minat pedagang besar untuk membuka lapak dan menjadikan pasar ini sebagai pusat distribusi sayuran segar.

Kondisi pasar yang relatif aman, tertib, dan harga yang kompetitif menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan pedagang maupun pembeli. Aktivitas pasar berlangsung sejak dini hari dan menjadi penggerak ekonomi warga sekitar.

Selain menjadi pusat perdagangan, pasar ini juga berkontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini, pendapatan pasar tercatat mencapai Rp291 juta, melampaui target awal sebesar Rp211 juta.

Kunjungan Diskoperindag Serap Aspirasi Pedagang

Pasar Sayur Gempol
Pasar Sayur Gempol Pasuruan berkembang pesat, jadi magnet pembeli Jawa Timur dan berkontribusi besar pada PAD daerah.

Dalam rangka memastikan perkembangan pasar berjalan optimal, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, melakukan kunjungan langsung ke Pasar Sayur Gempol pada Jumat, 23 Januari 2026.

Kunjungan tersebut didampingi Camat Gempol, Kepala Unit Pasar, Bhabinkamtibmas, serta pengurus paguyuban pedagang. Dalam kesempatan itu, Ghony berdialog langsung dengan para pedagang untuk menyerap masukan sekaligus meninjau kondisi riil pasar.

Menurut Ghony, komunikasi langsung dengan pedagang penting untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pasar. “Kami ingin mendengar langsung aspirasi pedagang agar pengelolaan pasar ke depan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Pedagang Nilai Pasar Aman dan Menguntungkan

Sejumlah pedagang menyambut positif perkembangan Pasar Sayur Gempol. Salah satu pedagang asal Malang mengaku merasakan dampak langsung dari ramainya pembeli.

“Alhamdulillah, dagangan kami laku keras. Harga di sini lebih murah dibanding pasar lain, dan keamanan sangat terjaga,” ungkapnya. Ia juga berharap ke depan ada tambahan pedagang buah agar pasar semakin lengkap dan besar.

Harapan serupa disampaikan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sayur Gempol, Abah Bakir. Ia menilai kunjungan Diskoperindag menjadi langkah penting untuk perbaikan ke depan.

Tantangan Fasilitas dan Harapan Pengembangan

Meski berkembang pesat, Pasar Sayur Gempol masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait fasilitas pendukung. Abah Bakir berharap adanya penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar aktivitas pasar lebih nyaman, terutama pada jam-jam dini hari.

Selain itu, ia juga mengusulkan perluasan area pasar agar mampu menampung lebih banyak pedagang dan pembeli. “Jika fasilitas ditingkatkan, pasar ini bisa menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Timur,” katanya.

Langkah Lanjutan dan Dampak Sosial Ekonomi

Menanggapi hal tersebut, Taufiqul Ghony menyatakan pihaknya akan melakukan kajian menyeluruh terkait kondisi pasar. Hasil kajian itu akan disampaikan kepada Bupati Pasuruan sebagai dasar pengambilan kebijakan. “Kami akan identifikasi langkah perbaikan, baik dari sisi fasilitas maupun pengelolaan. Ini sejalan dengan visi Bupati untuk memperkuat pasar tradisional,” jelasnya.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Pasar Sayur Gempol diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Keberadaan pasar ini menjadi bukti bahwa pasar tradisional tetap relevan dan mampu bersaing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif. (F4nd1)