Sidoarjo, pojokkasus.com — Pic up oleng menabrak halte Trans Jatim di Dusun Banjaranyar, Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 03.01 WIB. Kendaraan yang memuat keramik diduga hilang kendali sebelum akhirnya menabrak bangunan halte yang berada di tepi Jalan Singkalan. Benturan keras merobohkan struktur halte dan merusak sebagian fasilitas umum yang biasa digunakan warga.
Kecelakaan tunggal tersebut terjadi pada kondisi jalan relatif sepi pada dini hari. Berdasarkan informasi yang ada di lokasi, pengemudi pick up diduga mengira ketika lewat sehingga kendaraan keluar jalur. Tanpa sempat menghindar, mobil langsung menyeruduk halte hingga rangka besi bengkok, atap terlepas, dan kaca pecah berserakan.
Material bangunan yang roboh menutup sebagian badan jalan. Rangka besi, serpihan kaca, dan potongan atap mengganggu akses jalan lingkungan warga. Arus lalu lintas tersendat, terutama bagi kendaraan roda dua yang harus melambat dan bergantian berputar di jalur sempit.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian awal tersebut. Namun kerusakan fisik halte tergolong parah dan memerlukan penanganan teknis menyeluruh karena jangkauan fasilitas transportasi umum.

Insiden Susulan, Warga Kian Resah
Lima hari pascakejadian, dampak kecelakaan belum sepenuhnya tertangani. Pada hari Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, seorang pengendara sepeda motor bersama-sama dilaporkan terjatuh saat melintas di titik yang sama. Warga mengira pengendara kehilangan keseimbangan karena badan jalan menyempit akibat puing halte yang belum dievakuasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian susulan itu meningkatkan kekhawatiran masyarakat. Warga menilai kondisi jalan tidak lagi aman, terutama saat sibuk jam pagi dan sore hari ketika aktivitas warga Desa Singkalan meningkat.
Selain puing yang belum dibersihkan, kabel listrik di area halte dilaporkan masih menyala hingga lima hari setelah kecelakaan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran potensi korsleting listrik yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
Situasi ini menimbulkan persepsi adanya keterlambatan penanganan. Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat pembongkaran total maupun perbaikan permanen dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
http://Baca juga Komisi XIII DPR RI Sidak Layanan Lapas Sidoarjo
Desakan Evaluasi dan Tanggung Jawab
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama instansi teknis segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap halte yang rusak. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari layanan Bus Trans Jatim yang membantu mobilitas masyarakat di jalur padat Balongbendo.
Selain perbaikan fisik, masyarakat juga meminta peninjauan aspek keselamatan, termasuk pengamanan kabel listrik dan pembersihan total material berbahaya di sekitar lokasi. Mereka khawatir pembiaran berlarut dapat memicu kecelakaan lanjutan.
Sementara itu, aparat masih berwenang melakukan pendataan dan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta menghitung estimasi kerugian akibat kerusakan fasilitas umum tersebut. Proses ini diharapkan berjalan transparan dan akuntabel.
Peristiwa ini menjadi peringatan pentingnya kewaspadaan berkendara, terutama pada dini hari ketika risiko kelelahan meningkat. Di sisi lain, respon cepat terhadap kerusakan fasilitas publik juga menjadi kunci mencegah dampak lanjutan yang merugikan masyarakat luas. (nit)






