Tanggapi Klarifikasi PC Bangil, Ketua PAC Ansor Rembang Bantah Tuduhan PC Bangil,

PASURUAN, Pojokkasus.com – Tanggapi klarifikasi PC Bangil, sikap Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Rembang dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ketua PAC GP Ansor Rembang, Mas’ud Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pelanggaran organisasi maupun administrasi sebagaimana yang dipersyaratkan.

Menurut Mas’ud, pemberian “rapor merah” kepada PC Bangil justru lahir dari kegelisahan kader di tingkat bawah yang selama ini merasakan lemahnya koordinasi dan lambannya pelayanan organisasi dari tingkat cabang.

“Pernyataan yang disampaikan oleh sebagian pengurus PC Bangil justru terkesan menghancurkan fakta. Kami di PAC Rembang menjalankan organisasi sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Apa yang kami sampaikan adalah kritik konstruktif demi perbaikan organisasi, bukan bentuk indisipliner,” tegas Mas’ud Wahyudi.

Soal Konsolidasi Organisasi

Mas’ud menjelaskan bahwa PAC Rembang selama ini tetap aktif mengikuti berbagai agenda organisasi. Namun ia menilai tudingan bahwa dirinya sering tidak hadir dalam kegiatan cabang adalah klaim sepihak yang tidak disertai dengan tuntutan kepada pihak PAC

“Jika ada agenda yang kami tidak hadir, tentu ada alasan yang jelas. Namun tidak bisa kemudian disimpulkan bahwa PAC Rembang tidak kooperatif. Justru kader di tingkat PAC seringkali menunggu kepastian agenda dan komunikasi yang jelas dari PC,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kader Rembang tetap berkomitmen menjaga soliditas organisasi sebagaimana Ansor yang menjunjung tinggi prinsip loyalitas dan disiplin.

Tuduhan Bypass Komunikasi

Menanggapi tuduhan bahwa PAC Rembang melakukan komunikasi langsung ke Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Jawa Timur tanpa melalui PC, Mas’ud menilai hal tersebut tidak tepat jika dijadikan sebagai pelanggaran

Menurutnya, komunikasi kader kepada pimpinan yang lebih tinggi bukanlah bentuk pembangkangan, apalagi jika bertujuan meminta arahan dan solusi atas permasalahan organisasi.

“Dalam organisasi besar seperti Ansor, komunikasi tidak boleh dimaknai secara sempit. Selama tujuannya untuk memperkuat organisasi dan meminta arahan, itu bukan pelanggaran. Kami tetap memperhatikan struktur dan tidak pernah bermaksud melewati cabang,” jelasnya.

Polemik Sertifikat Kaderisasi

Terkait polemik tertundanya sertifikat kaderisasi, Mas’ud menilai masalah tersebut seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menyalahkan kader di tingkat PAC

Menurutnya, peserta kaderisasi di wilayah Rembang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, keterlambatan administrasi diselesaikan secara internal, bukan dengan menyalahkan peserta.

“Para kader kami mengikuti proses kaderisasi dengan penuh tanggung jawab. Jika ada kendala administrasi, seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama, malah bukan dijadikan alasan untuk menyudutkan PAC Rembang,” katanya.

Kritik Demi Perbaikan Organisasi

Mas’ud menegaskan bahwa kritik yang disampaikan PAC Rembang bukanlah bentuk perlawanan terhadap pimpinan cabang, melainkan upaya menjaga marwah organisasi agar tetap berjalan sehat dan transparan.

Kritik yang kami sampaikan adalah bentuk kepedulian kader terhadap organisasi. Jangan sampai kritik dianggap sebagai kesalahan, apalagi dipelintir seolah-olah kami melanggar aturan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh kader Ansor untuk menyikapi polemik ini dengan kepala dingin dan menjadikannya momentum evaluasi bersama.

“Ansor adalah rumah besar kader muda Nahdatul Ulama. Oleh karena itu, Mari kita menjaga komunikasi yang sehat, terbuka dan saling menghormati. Jamgan sampai dinamika organisasi malah diplintir menjadi konflik yang tidak produktif,” ungkap Mas’ud Wahyudi.

Fandi