Resmikan SPPG Polri, Polres Pasuruan Gaspol Ketahanan Pangan

PASURUAN, pojokkasus.com – Resmikan SPPG Polri, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memperluas program makan bergizi gratis. Peresmian dan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta Gudang Ketahanan Pangan Polri digelar secara virtual, Jumat (13/2/2026).

Jajaran Polres Pasuruan mengikuti kegiatan tersebut melalui Zoom Meeting di SPPG Polri Polres Pasuruan 2 Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Kegiatan berlangsung secara tertib dan melibatkan unsur Forkopimda serta perwakilan instansi terkait.

Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus langkah nyata memperkuat stabilitas pangan nasional. Pemerintah menempatkan sektor gizi dan pangan sebagai landasan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa akses terhadap pangan bergizi bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Ia menyebut kualitas generasi muda sangat ditentukan oleh kecukupan gizi sejak dini.

Program Strategi Komitmen Polri Kawal
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan Polri berkomitmen penuh mengawal program strategi pemerintah, termasuk MBG dan pengadaan logistik pangan. Hingga awal tahun 2026, Polri telah membangun 1.179 unit SPPG yang menjangkau sekitar 2,9 juta penerima manfaat di berbagai daerah.

Keberadaan SPPG tersebut juga mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Data Polri mencatat hampir 59 ribu tenaga kerja terserap dalam operasional SPPG di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, Polri menargetkan pembangunan meningkat menjadi 1.500 SPPG.

Resmikan SPPG Polri
Presiden Prabowo meresmikan SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri. Polres Pasuruan ikut serta, mendukung program makan bergizi gratis dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain SPPG, Polri telah mengoperasikan 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda. Tahun ini, Polri menargetkan penambahan 10 gudang di 8 Polda sehingga total mencapai 28 gudang, dengan kapasitas penyimpanan sekitar 1.000 ton per gudang.

Langkah ini memperkuat distribusi logistik pangan sekaligus mengantisipasi potensi pasokan gejolak di berbagai wilayah. Polri tidak hanya bertindak sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.

Audit Kinerja Itjen TNI Masuk Korem 084

Dukungan Penuh Polres Pasuruan
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan SPPG dan gudang ketahanan pangan. Ia menyatakan program tersebut menunjukkan kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam dimensi yang lebih luas.

“Pembangunan SPPG dan gudang ketahanan pangan ini membuktikan Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Satlantas Polsanak Pasuruan Tanam Disiplin Sejak Dini

Ia menambahkan, SPPG menjadi instrumen konkrit agar anak-anak dan masyarakat rentan memperoleh asupan gizi yang layak. Menurutnya, kualitas gizi menurun langsung seiring dengan kualitas pendidikan, produktivitas, dan daya saing generasi muda.
Kegiatan di Polres Pasuruan dihadiri Wakapolres Pasuruan Kompol Andy Purnomo, SH, MH, pejabat utama Polres, unsur TNI, serta perwakilan instansi di Kabupaten Pasuruan. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Pengedar Sabu 10 Poket Dibekuk Satresnarkoba

Dampak Sosial dan Ekonomi
Program SPPG Polri Jangka Panjang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal. Kebutuhan bahan baku pangan membuka peluang bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM di daerah.
Dengan sistem gudang berkapasitas besar, distribusi logistik menjadi lebih terkendali dan efisien. Pemerintah berharap langkah ini mampu menekan potensi krisis pangan sekaligus menjaga harga tetap stabil.

Peresmian dan terobosan SPPG Polri menandai fase baru kolaborasi antara pemerintah dan aparat dalam pembangunan berbasis kesejahteraan. Fokus pada gizi dan pangan menampilkan arah kebijakan yang menempatkan rakyat sebagai prioritas utama.

Selanjutnya, keinginan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pengawasan dan sinergi lintas sektor. Seperti yang ditegaskan Presiden Prabowo, ketahanan pangan dan gizi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan fondasi yang kuat menuju Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (nit)

IMG-20260327-WA0038