Pasuruan, pojokkasus.com — Puasa tak turunkan pengabdian prajurit Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan. Di tengah terik matahari dan ibadah Ramadhan, mereka tetap menyusun rangka atap, menyusun genteng satu per satu di bangunan SMP Negeri 2 Gondangwetan, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (22/2/2026).
Para personel memulai pekerjaan sejak pagi hari dengan ritme yang diukur. Mereka mengangkat material, menyusun rangka, lalu memastikan setiap genteng terpasang secara presisi. Target mereka jelas: atap sekolah harus segera rampung agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Program ini menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD Ke-127 yang fokus memperkuat infrastruktur desa, termasuk fasilitas pendidikan. Kondisi atap sekolah sebelumnya dinilai perlu perbaikan agar proses belajar mengajar tidak terganggu saat musim hujan.
Kehadiran Satgas TMMD memberi energi baru bagi warga. Masyarakat Desa Wonosari ikut terlibat aktif. Mereka membantu mengangkat material dan menyediakan dukungan logistik sederhana di lokasi pekerjaan.

Gotong Royong di Bulan Ramadhan
Kebersamaan terlihat kuat di lokasi pembangunan. Prajurit dan warga bekerja dalam satu irama. Mereka berbagi tugas, saling menyemangati, dan menjaga tempo kerja agar tetap produktif meski sedang berpuasa.
Anggota Satgas TMMD, Koptu Heriono, menegaskan, Ramadhan tidak menjadi alasan untuk menurunkan semangat kerja. Ia dan rekan-rekannya tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Walaupun sedang berpuasa, kami tetap semangat bekerja. Ini sudah menjadi tugas dan bentuk pengabdian kami agar pembangunan sekolah ini segera selesai dan bisa dimanfaatkan oleh para siswa,” ujar Koptu Heriono di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, mempercepat pemasangan genteng agar rekonstruksi selesai sesuai jadwal. Mereka menjaga kualitas pekerjaan dengan memastikan setiap bagian atap terpasang kuat dan rapi.
Gas Nitrogen Dibocorkan di Raci–Bangil, Publik Geram
Dampak Nyata bagi Renovasi Dunia Pendidikan
atap SMP Negeri 2 Gondangwetan diharapkan memberikan dampak langsung bagi kegiatan belajar mengajar. Dengan bangunan yang lebih layak, siswa dapat belajar tanpa khawatir kebocoran atau kerusakan bangunan saat cuaca buruk.
Guru dan orang tua siswa menyambut positif langkah ini. Mereka menilai perbaikan fasilitas sekolah menjadi investasi penting bagi masa depan anak-anak desa. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman akan mendukung konsentrasi serta semangat belajar siswa.
Program TMMD Ke-127 tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Sinergi antara TNI dan masyarakat menampilkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan cepat ketika semua pihak terlibat aktif.
Puasa tak surutkan pengabdian menjadi pesan kuat dari kegiatan ini. Di tengah ibadah Ramadhan, prajurit tetap bekerja demi kepentingan pendidikan generasi muda. Atap yang kini mulai terpasang bukan sekedar genteng dan rangka baja, namun simbol komitmen bersama membangun masa depan Desa Wonosari yang lebih baik. (G10)













