Pasuruan, pojokkasus.com — TMMD Ke-127 Bangun fasilitas MCK layak bagi warga Dusun Kili, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (22/2/2026). Program yang digelar oleh Kodim 0819/Pasuruan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) memulai pekerjaan dengan menggali tanah sebagai yayasan utama pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Hingga hari ini, kedalaman galian sudah mencapai sekitar satu meter. Personil Satgas TMMD bekerja bersama warga secara gotong royong. Mereka mencakup cangkul, meninggikan tanah, dan meratakan pembangunan kawasan dengan penuh semangat.
Pembangunan ini menyasar kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini masih memiliki keterbatasan fasilitas sanitasi. Sebagian warga Dusun Kili diketahui belum memiliki sarana MCK yang layak dan sehat. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi kebersihan lingkungan serta kesehatan keluarga.
Kopda Wahyu, anggota Satgas TMMD, menegaskan bahwa pembangunan MCK ini menjadi salah satu prioritas fisik dalam program TMMD Ke-127. Ia menjelaskan bahwa fasilitas sanitasi yang layak akan membantu masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat. “Kami ingin warga memiliki akses MCK yang memadai agar kualitas kesehatan lingkungan meningkat,” katanya di lokasi kegiatan.

Gotong Royong Jadi Energi Pembangunan
Warga Dusun Kili tidak tinggal diam. Mereka terlibat langsung dalam proses pengerjaan. Para pria membantu mengguncang dan mengangkut material, sementara warga lainnya menyiapkan kebutuhan logistik sederhana bagi para pekerja. Kebersamaan itu menciptakan suasana kerja yang akrab dan produktif.
Kegiatan ini tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Interaksi yang terjalin selama proses pengerjaan menghadirkan dialog, canda, sekaligus diskusi ringan mengenai kebutuhan desa lainnya. Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat tampak nyata di lapangan.
Menurut Kopda Wahyu, partisipasi aktif warga mempercepat proses pekerjaan. Ia optimistis pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga fasilitas tersebut segera dimanfaatkan. Satgas TMMD juga memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga agar bangunan kokoh dan tahan lama.
Program TMMD Ke-127 yang digelar oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui jajaran teritorialnya memang fokus pada pembangunan infrastruktur desa dan pemberdayaan masyarakat. Sasaran fisik seperti MCK ini menjadi langkah konkret untuk mendorong peningkatan kualitas hidup warga.
Polsek Rembang dan BPBD Tanggap Banjir: Bantu Korban
Keberadaan MCK yang layak diharapkan mampu mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti diare dan infeksi saluran pencernaan. Sanitasi yang baik menjadi fondasi penting bagi kesehatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia.
Selain aspek kesehatan, fasilitas ini juga menghadirkan rasa nyaman dan aman bagi warga. Mereka tidak lagi kesulitan mencari tempat untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Lingkungan yang bersih akan mendorong perubahan perilaku menuju kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.
Program TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan membuktikan bahwa pembangunan desa tidak selalu dimulai dari proyek besar. Fasilitas sederhana seperti MCK dapat membawa dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun selama proses pengerjaan menjadi modal sosial yang berharga.
“Kami berharap setelah selesai, warga bisa merawat dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin,” kata Kopda Wahyu menutup keterangannya. Di Dusun Kili, satu meter galian bukan sekedar lubang pondasi, melainkan awal perubahan menuju lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan terlindungi. (G10)













